Pelita Air Jadi Maskapai Nasional Pengganti Merpati?

Pelita Air

AVIATREN.com – Maskapai Pelita Air dikabarkan bakal membuka layanan penerbangan penumpang berjadwal, pasca anak perusahaan PT Pertamina (Persero) tersebut menunjuk Direktur Utama yang baru yang tadinya merupakan mantan CEO Citilink Indonesia, Albert Burhan belum lama ini.

Informasi tersebut juga diperkuat dengan izin penerbangan berjadwal yang diajukan Pelita Air ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub), juga baru-baru ini.

“Izin (Pelita Air) sudah diajukan ke Kemenhub, niaga berjadwal,” ujar juru bicara Kemenhub, Adita Irawati, sebagaimana dilansir Kumparan dan dikutip Aviatren, Kamis (7/10/2021).

Konon, layanan penerbangan yang disuguhkan Pelita Air bakal menggantikan maskapai penerbangan domestik lainnya yang saat ini sedang di ujung tanduk, lantaran terancam dibubarkan, yaitu Merpati Airlines.

Meski demikian, hal tersebut belum bisa dipastikan lagi. Terlebih, pengamat penerbangan dari Arista Indonesia Aviation Center (AIAC), Arista Atmaji menilai Pelita Air kemungkinan besar disiapkan hanya untuk mengisi kekosongan rute yang ditinggalkan Garuda Indonesia, bukan sebagai pengganti Merpati Airlines.

“Karena armada Garuda kini tinggal 50 pesawat dari dulu 150 pesawat, jadi pasti ada rute yang dipotong Garuda dalam penerbangan domestik,” ujar Arista dalam sebuah pernyataan.

Arista melanjutkan, Pelita Air mungkin bakal mengalami kesulitan, ketika nantinya benar beroperasi untuk melayani penumpang dan menerima peralihan rute domestik dari maskapai sekelas Garuda Indonesia.

Albert Burhan dinilai cocok pimpin Pelita Air

Terkait penunjukkan Dirut Pelita Air tadi, Komisaris Utama PT Pelita Air Service (PAS), Michael Umbas mengatakan bahwa sosok Albert Burhan dianggap dapat memenuhi ekspektasi perusahaan, serta dinilai kompeten untuk memajukan bisnis perusahaan.

“Pemilihan Dirut Pelita sudah lama ditunggu, kami sudah menunjuk Plt Dirut cukup lama. Sosok Albert Burhan sudah sesuai dengan ekspektasi untuk pengembangan bisnis Pelita Air ke depan,” ujar Michael dalam sebuah keterangan resmi.

Pencarian sosok Dirut Pelita Air ini sendiri, yang kosong selama sekitar 2 tahun, memakan waktu yang cukup lama. Sebab, posisi tersebut dianggap harus diisi oleh orang yang kompeten, sehingga kejadian lama tak terulang kembali.

Sebelumnya, Pelita Air memang sempat dilanda mismanajemen yang berdampak pada penurunan kinerja keuangan perusahaan, yang berujung pada pencopotan Direktur Keuangan karena terbukti adanya pelanggaran bisnis.

Setelah penunjukkan Dirut, Pelita Air lantas berencana untuk berbenah diri, supaya nantinya bisa memanfaatkan peluang bisnis yang ada, serta menjawab tantangan saat ini, terlebih di tengah pandemi Covid-19 yang belakangan melumpuhkan industri penerbangan global.

“Kami sedang melakukan pembenahan total di internal Pelita Air karena memang sudah cukup lama di zona nyaman. Antara lain melakukan audit terkait Good Corporate Governance di semua lini,” kata Michael.

“Selanjutnya kami akan menjalankan arahan pemegang saham untuk melihat peluang bisnis ke depan, seperti potensi untuk terbang berjadwal. Tapi semua masih dikaji dan dihitung secara cermat oleh Pertamina selaku pemegang saham PT PAS,” pungkas Michael.