Inilah Penerbangan Terjauh Qantas, Lebih dari 17 Jam

Qantas-Boeing-787-9-Dreamliner-VH-ZNH
Qantas-Boeing-787-9-Dreamliner-VH-ZNH
Qantas-Boeing-787-9-Dreamliner-VH-ZNH

AVIATREN.com – Maskapai Qantas sukses melakukan operasi penerbangan terjauh tanpa henti (non-stop) perdananya, menggunakan pesawat Boeing 787-9 Dreamliner (VH-ZNH) pekan ini.

Penerbangan repatriasi dengan nomor QF14 tersebut lepas landas dari Buenos Aires, Argentina pada 5 Oktober pukul 12.44 waktu setempat, dan berhasil mendarat di Darwin, Australia dengan aman pada 6 Oktober pukul 18.39 waktu setempat.

Tidak terbang secara garis lurus, jalur penerbangan QF14 sendiri melewati daerah Antartika yang berada di kutub selatan bumi, sehingga memiliki total jarak tempuh 15.020 km dan durasi terbang mencapai 17 jam 25 menit.

Rute penerbangan Qantas QF14
Rute penerbangan Qantas QF14

Penerbangan jarak jauh tersebut mengalahkan rekor Qantas sebelumnya untuk rute London, Inggris ke Perth, Australia dengan jarak 14.498 km dan durasi terbang 16 jam 45 menit.

“Qantas berani mengambil tantangan, terutama dalam hal perjalanan jarak jauh, dan penerbangan ini adalah bukti konkret dari kemampuan dan perhatian terhadap rencana penerbangan yang dirancang tim kami,” ujar kapten Alex Passerini, salah satu dari empat pilot yang memimpin penerbangan QF14, dalam sebuah pernyataan.

Dalam operasinya, pesawat yang dijuluki “Great Barrier Reef” tersebut membawa 107 penumpang, termasuk 21 orang awak kabin (total 128 orang).

Ketika sampai di wilayah Antartika, penumpang lantas dimanjakan dengan pemandangan daratan serba es selama kurang lebih empat jam, suatu hal yang diklaim jarang dirasakan oleh penumpang penerbangan komersial.

Pemandangan Antartika dari QF14
Pemandangan Antartika dari QF14

“Penerbangan ini memungkinkan kami dan penumpang melihat pemandangan indah sepanjang pesawat melewati daratan Antartika,” tutur Alex.

Sebelumnya, operasi penerbangan terjauh ini sendiri sudah disiapkan secara matang oleh tim Qantas selama sekitar satu bulan.

Hal ini untuk memperhitungkan sejumlah hal yang berpengaruh pada operasi penerbangan, seperti kondisi dan arus angin, serta pengambilan rute terbang yang melewati Antartika tadi.