Campuran Serat Karbon Bodi B787 Terkontaminasi, Efeknya?

B787-dreamliner
Masalah terkait campuran serat karbon yang terkontaminasi ini diperkirakan ada di sekitar 1.000 unit pesawat 787 Dreamliner di dunia.
The new Boeing 787-10 Dreamliner taxis past the Final Assembly Building at Boeing South Carolina in North Charleston, South Carolina, United States, March 31, 2017. REUTERS/Randall Hill – RTX33KVT

AVIATREN.com – Setelah masalah pintu, Boeing kembali menemukan masalah baru di pesawat 787 Dreamliner milik mereka. Masalah ini ditemukan ketika para teknisi Boeing membongkar pesawat tersebut dan mencopot berbagai komponennya secara menyeluruh.

Penemuan masalah terbaru ini sendiri dijabarkan dalam sebuah dokumen memo yang kabarnya teleah dirilis oleh otoritas penerbangan Amerika Serikat (FAA) beberapa waktu lalu.

Dalam memo FFA itu, disebutkan bahwa ada campuran kontaminasi di dalam bahan komposit serat karbon yang membentuk atau melekatkan sebagian besar struktur pesawat 787 Dreamliner mencakup sayap, badan (fuselage) dan ekor pesawat.

Memo ini juga membeberkan bahwa ada banyak celah kecil yang tidak kokoh, yang ternyata ditemukan di seluruh struktur pesawat, terutama pada sambungan bagian fuselage pesawat, serta sejumlah komponen yang mengelilingi pintu penumpang dan kargo.

Menurut Boeing, masalah kontaminasi campuran serat karbon dan celah ini disebut tak berdampak langsung pada keselamatan pesawat.

Namun, apabila tidak diperbaiki, masalah tersebut dikatakan bisa mempercepat penuaan dini pada badan pesawat dan berpotensi bisa mengurangi tenaga pesawat dalam jangka panjang.

Masalah ada sekitar di 1.000 pesawat

Lebih lanjut, memo FAA ini mengklaim bahwa masalah terkait campuran serat karbon yang terkontaminasi ini diperkirakan telah hadir di sekitar 1.000 unit pesawat 787 Dreamliner yang sudah dikirimkan ke berbagai penjuru dunia.

Meski demikian, pihak Boeing mengonfirmasi bahwa masalah tersebut masih tergolong kecil dan tak berdampak langsung ke keselamatan pesawat secara menyeluruh.

“Tidak satupun dari masalah ini yang berdampak langsung kepada keselamatan penerbangan,” ujar juru bicara Boeing dalam sebuah pernyataan.

Boeing sendiri mengatakan pihaknya tidak memiliki data konfigurasi terperinci dari 1.000 unit pesawat tadi, yang bisa digunakan untuk mengetahui pesawat mana saja yang mungkin dibekali masalah terbaru ini.

Namun, mereka memastikan masalah di ribuan pesawat tersebut bisa diperbaiki ketika pesawat masuk ke bengkel untuk menjalani perawatan rutin.

Tidak dijelaskan apakah masalah ini akan berdampak pada penundaan pengiriman 787 Dreamliner pada tahun 2022 mendatang atau tidak.

Namun jika iya, maka Boeing tentunya bakal kerja keras untuk mengatasi masalah tersebut dengan kocek yang tidak sedikit.

Advertisement