Dirut Garuda Indonesia: Pelita Air Bukan Ancaman

Soal kompetisi sendiri, Irfan yakin bahwa Garuda bisa berkompetisi dengan Pelita melalui cara yang sehat.
Garuda Indonesia

AVIATREN.com – Indonesia memiliki satu maskapai penerbangan pelat merah baru, yaitu Pelita Air. Maskapai tersebut pada akhir April lalu resmi membuka rute penerbangan berjadwalnya, Jakarta-Bali pulang pergi (PP) dengan frekuensi satu kali sehari.

Pelita Air sendiri otomatis akan menjadi kompetitor baru dari maskapai pelat merah lainnya, yaitu Garuda Indonesia. Terkait hal tersebut, Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan Pelita Air bukanlah ancaman bagi Garuda Indonesia.

Menurut Irfan, kehadiran Pelita Air tidak akan sama sekali mengganggu operasional dan strategi yang bakal dilancarkan Garuda Indonesia. Sebaliknya, lanjut Irfan, seluruh maskapai yang baru beroperasi di Tanah Air, termasuk Pelita Air, justru harus disambut dengan baik.

“Dalam kapasitas airlines yang tergolong sebagai pemain baru, yang tentunya pada akhirnya akan berkompetisi dengan Garuda, komentar saya sebenarnya sederhana. ‘Selamat datang Pelita, mari kita kompetisi secara sehat fair’,” ujar Irfan, dikutip Aviatren dari Liputan6.com, Rabu (18/5/2022).

Soal kompetisi sendiri, Irfan yakin bahwa Garuda bisa berkompetisi dengan Pelita melalui cara yang sehat. Terlebih, Irfan optimis Garuda bisa menggaet penumpang domestik tanpa adanya hambatan, mengingat pengalaman dan umur maskapai ini yang sudah menyentuh angka lebih dari 70 tahun.

“Garuda siap jika Pelita ingin menggunakan strategi semenarik apapun. Tetapi yang terpenting, mari kita bersama-sama berkompetisi, dan nantinya waktu yang akan membuktikan siapa yang menang, siapa yang tidak menang, siapa yang gugur-guguran, siapa yang bertahan, waktu pasti akan membuktikan,” tambah Irfan.

Irfan menambahkan, kehadiran Pelita Air di skema penerbangan Indonesia merupakan upaya pemerintah untuk memberikan kemudahan akses kepada masyarakat.

Terlebih, Menteri BUMN Erick Thohir sebelumnya mengatakan bahwa Pelita Air akan fokus untuk beroperasi di rute domestik saja, tidak sekaligus rute internasional seperti apa yang dilakukan Garuda.

“Kalau saya lihat pemerintah sebagai pemegang amanah, saya berpendapat bahwa saya seharusnya mendukung langkah-langkah mereka, terlebih terkait apa yang melibatkan Pelita,” pungkas Irfan.

Advertisement