Pesawat Boeing 737MAX Terbang Perdana

Penerbangan perdana pesawat Boeing 737MAX, Jumat (29/1/2016).
Penerbangan perdana pesawat Boeing 737MAX, Jumat (29/1/2016).

AVIATREN.com - Gerimis sempat turun di pabrik Boeing di Renton, Washington, AS pada Jumat (29/1/2016) pagi waktu setempat, hari dimana Boeing melakukan uji terbang perdana pesawat single-aisle (lorong tunggal) terbarunya B737MAX.

Setelah cuaca dinilai memungkinkan, B737MAX 8 yang berbasis 737-800 itu pun berjalan perlahan di taxiway, menuju landas pacu 34 yang dimiliki oleh pabrikan pesawat terbesar di AS itu.

Tak berapa lama, kedua mesin CFM LEAP-1B yang menempel di sayap meraung dan 737MAX itu pun melaju dan mengangkasa, diiringi tepukan tangan sekitar 4.000-an karyawan Boeing yang turut menyaksikan terbang perdana itu.

“Penerbangan perdana 737MAX ini menandai babak baru inovasi kami,” ujar Commercial Airplanes President dan CEO Boeing, Ray Conner seperti dikutip AVIATREN dari situs Boeing, Sabtu (30/1/2016).

“Kami sudah tidak sabar memulai pengujian pesawat ini yang akan menjadi pesawat single-aisle yang hemat bahan bakar bagi konsumen kami,” imbuh Conner.

Butuh waktu kurang lebih dua jam bagi Boeing untuk menguji berbagai hal teknis B737MAX di udara, seperti sistem pesawat dan strukturnya.

B737MAX itu dibawa ke ketinggian 25.000 kaki (7.600 meter) dengan kecepatan 250 knots (460 km/jam), sebelum akhirnya pesawat dengan livery biru-putih khas Boeing itu kembali mendarat di Renton.

Pendaratan pertama B737MAX di pabrik Boeing di Seattle, AS, Jumat (29/1/2016).
Pendaratan pertama B737MAX di pabrik Boeing di Seattle, AS, Jumat (29/1/2016).

“Pengujian ini sukses,” ujar Chief Pilot 737 MAX, Ed Wilson.

“737 MAX terasa sempurna dibawa terbang, memberikan kami keyakinan pesawat ini bakal memenuhi harapan pelanggan kami,” imbuhnya.

Boeing 737MAX 8 didesain sebagai pesawat yang efisien bahan bakar dan nyaman bagi penumpang, dengan bahan bakar yang lebih hemat 20 persen dibanding generasi 737 saat ini (737 NG), dan biaya operasi per penumpang yang diklaim 8 persen lebih murah per penumpang dibanding pesaingnya, Airbus A320neo.

737 MAX akan akan meningkatkan kemampuan B737 Next Generation (NG) dengan daya jelajah terbang 340-570 mil laut lebih jauh, menjadi 3.500 mil laut (6.500 km).

Hingga akhir 2015 lalu, Boeing mengklaim telah menerima 3.000 pesanan 737MAX dari berbagai konsumennya di seluruh dunia.

Advertisement