Banyuwangi Ingin Punya Rute Penerbangan Langsung ke Arab Saudi

Kehadiran penerbangan langsung ke Arab Saudi dari Banyuwangi akan turut meningkatkan efisiensi bagi para penumpang umrah/haji.
Ilustrasi pesawat di bandara Banyuwangi.

AVIATREN.com – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Banyuwangi ingin menghadirkan penerbangan langsung (direct) dari Bandara Internasional Banyuwangi ke Arab Saudi.

Hal ini disampaikan dalam rapat koordinasi Dinas Perhubungan Banyuwangi dengan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) empat kabupaten yang ada di sekitar bandara, yaitu Situbondo, Bondowoso, Jember, dan Banyuwangi itu sendiri.

Menurut Kepala Seksi Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Banyuwangi Zainal Abidin, kehadiran penerbangan langsung ke Arab Saudi dari Banyuwangi akan turut meningkatkan efisiensi bagi para penumpang, khususnya calon jamaah haji/umrah.

Sebelumnya, mayoritas warga Banyuwangi yang akan umrah harus melalui bandara lain terdekat, seperti Juanda Surabaya.

“(Perjalanan akan) lebih hemat waktu dibandingkan harus ke Bandara Juanda Surabaya maupun ke Jakarta. Selain itu, (perjalanan) juga (akan) lebih hemat biaya,” ujar Zainal, dikutip Aviatren dari RadarBanyuwangi.com, Senin (28/3/2022).

Keinginan Pemkab Banyuwangi menghadirkan penerbangan langsung juga tak lepas dari fakta bahwa ada banyak jemaah umrah dari empat kabupaten yang berada di sekitar Bandara Internasional Banyuwangi.

Menurut Zainal, satu Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) saja bisa memberangkatkan sekitar 2-5 ribu jemaah umrah.

”Untuk Banyuwangi ada tiga sampai empat PPIU, tinggal kalikan saja. Itu belum termasuk PPIU di kabupaten tetangga seperti Jember, Bondowoso, dan Situbondo,” jelas Zainal.

Kehadiran penerbangan langsung ke Arab Saudi dari Banyuwangi, lanjut Zainal, juga bakal membantu mengisi penerbangan internasional dan perhotelan di sana.

Sebab, jemaah umrah yang baru tiba di Arab Saudi saat ini harus menjalani proses karantina di hotel terlebih dahulu sebelum pulang ke rumahnya masing-masing.

Masih dalam proses penjajakan

Meski demikian, impian menghadirkan penerbangan langsung tersebut kini masih sekadar impian lantaran masih dalam proses penjajakan oleh pihak terkait.

Pasalnya, kehadiran direct flight dari Banyuwangi ke Arab Saudi tentunya membutuhkan kesediaan maskapai yang melayani rute ke sana yang bekerja sama dengan PPIU di daerah sekitar bandara.

“Jumlah jemaah yang akan berangkat melalui Bandara Internasional Banyuwangi sangat bergantung pada kapabilitas airlines menggandeng pihak PPIU. Jika mampu menggandeng tiga PPIU saja, tinggal mengalikan saja potensinya,” ujar Plt Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi, Dwi Yanto dalam keterangan terpisah.

Ke depannya, ia akan terus berupaya untuk menjajaki potensi keberangkatan jemaah umrah dari Bandara Internasional Banyuwangi dengan para pihak terkait, terutama maskapai penerbangan.

Hal ini bertujuan supaya keinginan direct flight dari Banyuwangi ke Arab Saudi tadi bisa segera tercapai.

”Jika harga bisa lebih hemat maka besar kemungkinan PPIU akan memilih memberangkatkan jemaah umrah dari Bandara Internasional Banyuwangi,” pungkas Dwi.

Advertisement