Airbus Minta Titanium Dikecualikan dari Daftar Sanksi Rusia

Airbus A321XLR

AVIATREN.com – Invasi Rusia ke Ukraina memaksa sejumlah negara, terutama wilayah Eropa yang dekat dengan negara tersebut, memblokir seluruh kegiatan bisnis dari dan ke Rusia.

Pelarangan tersebut turut berdampak pada industri penerbangan di sana, di mana Rusia tidak akan menerima pesawat baru, suku cadang, serta layanan perbaikan dari berbagai pembuat pesawat, salah satunya Airbus.

Meski berdampak pada industri penerbangan Rusia, CEO Airbus Guillaume Faury mengatakan bahwa sanksi Eropa yang dijatuhkan kepada Rusia ini bisa berpengaruh pada industri penerbangan secara keseluruhan, terutama apabila Eropa melarang kegiatan impor titanium dari Rusia.

Sebab, titanium merupakan sebuah komponen atau material inti yang berguna untuk membuat pesawat. Pesawat Airbus A350, misalnya, 14 persen dari total bobotnya memang dikontribusi oleh titanium.

Faury pun mengatakan pihaknya ingin Eropa tetap mengecualikan titanium dari daftar sanksi Rusia, mengingat dampaknya yang akan cukup besar terhadap industri penerbangan tadi.

“Airbus saat ini sedang dan akan terus menerapkan sanksi penuh terhadap Rusia,” ujar Faury, dikutip Aviatren dari SimpleFlying, Jumat (22/4/2022).

“Sanksi ekspor titanium dari Rusia sendiri sebenarnya tidak begitu berpengaruh bagi negara tersebut, namun sebaliknya akan sangat berpengaruh dan merugikan industri penerbangan di wilayah Eropa,” jelas Faury.

Sekadar informasi, Rusia sendiri merupakan produsen titanium terbesar di diunia. Salah satu perusahaan yang mengekspor titanium dari sana adalah VSMPO-AVISMA, yang 25 persen sahamnya dimiliki oleh pemerintah Rusia (via Rostec).

Adapun VSMPO-AVISMA memasok sekitar 50 persen dari seluruh kebutuhan titanium yang dibutuhkan Airbus, serta sekitar 30 persen kebutuhan titanium Boeing.

Meski demikian, Boeing sendiri saat ini sudah menyetop impor titanium dari perusahaan tersebut sejak bulan lalu, mematuhi sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap Rusia.

Sementara itu, Airbus hingga saat ini masih mengekspor titanium dari Rusia via anak perusahannya karena komponen pesawat tersebut memang tidak termasuk dalam daftar sanksi Eropa.