AVIATREN.com – Pabrikan pesawat turboprop ATR memproyeksikan sektor penerbangan regional Indonesia akan tumbuh pesat dalam satu dekade ke depan.
Lonjakan tersebut diperkirakan terjadi seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas dalam negeri, ekspansi bandara-bandara kecil, serta semakin terintegrasinya kawasan Asia Tenggara.
Managing Director & Head of Region Asia Pacific ATR, Jean-Pierre Clarcin, menuturkan bahwa momentum pertumbuhan itu akan semakin terlihat sejalan dengan pemulihan ekonomi dan meningkatnya mobilitas antarpulau.
“Jika melihat 10 tahun ke depan (2036), Anda akan melihat lebih banyak konektivitas domestik. Dan kami juga melihat akan ada boom (ledakan) di segmen turboprop,” ujar Clarcin kepada AVIATREN, dijumpai di sela ajang Singapore Airshow 2026.
Ia menjelaskan, sebagai negara kepulauan, Indonesia masih menyimpan peluang besar dalam memperluas jaringan penerbangan, terutama menuju kota-kota tier 2 dan tier 3 yang belum sepenuhnya terlayani.

Rute dengan karakter jarak pendek dan jumlah penumpang menengah dinilai sangat sesuai dioperasikan menggunakan pesawat turboprop.
Selain itu, Clarcin memandang pertumbuhan trafik regional akan berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur pendukung, termasuk pengembangan bandara berukuran kecil.
“Kemungkinan akan ada lebih banyak bandara kecil yang dibangun. Itu akan mengikuti pertumbuhan konektivitas regional,” katanya.
Tak hanya memperdalam jaringan domestik, ATR juga melihat peluang terbukanya rute lintas negara di Asia Tenggara. Contohnya koneksi antara Sumatera dan Malaysia, maupun integrasi wilayah Kalimantan atau Borneo yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.
Fungsi strategis
Dalam ekosistem penerbangan, turboprop dipandang memiliki fungsi strategis sebagai pesawat pengumpan (feeder) yang menyuplai penumpang ke penerbangan jet di kota-kota hub utama.
Clarcin menyebut lebih dari 50 persen penumpang turboprop melanjutkan perjalanan mereka menggunakan pesawat jet dalam jaringan maskapai yang sama.
“Tier 2 dan tier 3 perlu terhubung ke hub besar. ATR berperan seperti sistem pembuluh darah yang membawa lalu lintas ke pusat,” ujarnya.
Melihat kondisi geografis Indonesia yang tersebar dan kebutuhan perjalanan yang terus bertambah, ATR meyakini pesawat turboprop akan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan industri penerbangan nasional dalam 10 tahun mendatang.
