AVIATREN.com – Industri penerbangan Indonesia bersiap kedatangan pemain baru bernama Mukhtara Air. Berbeda dengan kebanyakan maskapai baru yang fokus ke penerbangan domestik atau wisata umum, Mukhtara Air justru membidik pasar yang sangat spesifik, yakni perjalanan umrah dan haji.
Maskapai yang terafiliasi grup bisnis asal Arab Saudi ini mulai ramai diperbincangkan sejak akhir 2025, ketika sejumlah armada dan rencana operasionalnya muncul ke publik.
Di tengah tingginya jumlah jamaah Indonesia yang berangkat ke Tanah Suci setiap tahun, Mukhtara Air melihat peluang besar untuk menghadirkan layanan penerbangan yang terintegrasi dengan ekosistem perjalanan ibadah.
Fokus ke pasar umrah Indonesia
Indonesia merupakan salah satu pasar umrah dan haji terbesar di dunia. Setiap tahun, jutaan warga Indonesia melakukan perjalanan religi ke Arab Saudi, baik untuk ibadah umrah maupun haji. Kondisi ini membuat rute Indonesia-Arab Saudi menjadi pasar yang sangat penting bagi maskapai penerbangan.

Selama ini, pasar tersebut diisi oleh maskapai seperti Garuda Indonesia, Saudia, hingga sejumlah operator charter dan maskapai berbiaya rendah.
Mukhtara Air mencoba masuk dengan pendekatan berbeda. Perusahaan induknya, Manazil Al Mukhtara Holding, diketahui bukan hanya bergerak di bidang penerbangan, tetapi juga memiliki bisnis hotel, transportasi darat, katering, hingga layanan perjalanan di Arab Saudi.
Karena itu, maskapai ini ingin membangun konsep perjalanan umrah yang lebih terintegrasi dari Indonesia hingga Tanah Suci.
Siapkan Airbus A320 dan A330
Berdasarkan berbagai laporan media dan keterangan regulator, Mukhtara Air disebut menyiapkan armada Airbus A320 untuk penerbangan domestik dan Airbus A330 untuk penerbangan jarak jauh menuju Arab Saudi.
Konsep yang dipakai mirip model hub-and-spoke. Artinya, jamaah dari berbagai kota di Indonesia nantinya akan dikumpulkan lebih dulu lewat penerbangan domestik menggunakan A320, sebelum diterbangkan ke Arab Saudi memakai A330.
Beberapa rute yang sempat disebut antara lain:
- Jakarta–Jeddah
- Jakarta–Madinah
- Surabaya–Jeddah
- Surabaya–Madinah
Selain itu, Mukhtara Air juga disebut mempertimbangkan rute feeder domestik seperti Jakarta-Surabaya, Jakarta-Medan, hingga Jakarta-Denpasar.
Masih proses izin terbang
Meski sudah cukup ramai dibicarakan, Mukhtara Air sebenarnya belum sepenuhnya resmi beroperasi sebagai maskapai komersial reguler di Indonesia.
Kementerian Perhubungan sebelumnya menyebut proses sertifikasi Air Operator Certificate (AOC) maskapai ini masih berjalan.
AOC merupakan izin wajib bagi maskapai untuk bisa mengoperasikan penerbangan komersial secara penuh. Tanpa sertifikasi tersebut, maskapai belum dapat menjalankan layanan reguler seperti operator penerbangan pada umumnya. Karena itu, jadwal pasti operasional komersial Mukhtara Air masih belum sepenuhnya jelas.

Saudi makin agresif masuk industri aviasi Indonesia
Kehadiran Mukhtara Air juga dianggap mencerminkan semakin besarnya pengaruh Arab Saudi di sektor perjalanan religi Indonesia.
Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan penerbangan Indonesia-Arab Saudi terus berkembang seiring meningkatnya jumlah jamaah umrah.
Arab Saudi sendiri kini tengah agresif memperluas sektor aviasi dan pariwisata lewat program Vision 2030.
Selain memperbesar maskapai nasional seperti Saudia dan Riyadh Air, kerajaan tersebut juga mulai memperluas investasi di sektor perjalanan religi.
Indonesia menjadi salah satu pasar paling strategis karena jumlah populasi Muslim yang sangat besar.
Jika benar-benar beroperasi penuh, Mukhtara Air berpotensi menjadi salah satu maskapai pertama yang secara khusus membangun model bisnis berbasis ekosistem umrah dan haji terintegrasi antara Indonesia dan Arab Saudi.
