Garuda Indonesia “Rejected Takeoff” di Kualanamu Gara-gara Lebah

B737-800 Garuda Indonesia
B737-800 Garuda Indonesia

AVIATREN.com – Pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GA197 rute Medan (KNO) – Jakarta (CGK) mengalami pembatalan take-off (rejected takeoff/RTO) di runway bandara Kualanamu, Medan pada Selasa (5/1/2016).

Gara-garanya? Seekor lebah yang menyumbat salah satu pitot tube pesawat.

Dikutip AVIATREN dari Kompas.com, pesawat yang dijadwalkan berangkat pada pukul 10.00 WIB itu baru bisa lepas landas pada pukul 14.14 WIB.

Penelusuran AVIATREN di situs Flightradar24, GA197 pada Selasa (5/1/2016) diterbangi dengan pesawat Boeing 737-800 registrasi PK-GMA.

Vice President Corporate Communication Garuda Indonesia, Benny Butarbutar mengatakan, “Fungsi ‘electronic engine control‘ terganggu karena ada lebah masuk lubang pitot tube yang letaknya di luar kokpit.”

Pitot tube merupakan alat yang salah satunya berfungsi untuk mengukur kecepatan pesawat di udara. Alat ini berupa corong tabung kecil dengan lubang di ujungnya yang menghadap ke depan.

Pitot tube B737 (ist)
Pitot tube B737 (lingkaran merah) (ist)

Benny menjelaskan, gangguan tersebut diketahui saat kru kokpit melakukan prosedur ketika pesawat dalam posisi siap lepas landas.

Pada umumnya, gangguan dalam pitot tube membuat indikator airspeed tidak menyala atau menunjukkan angka yang tidak sebenarnya.

Tidak ada korban jiwa atau luka-luka dalam insiden ini. Belum ada penjelasan dari pihak Garuda Indonesia mengenai penyebab lebah tersebut bisa masuk ke dalam pitot tube.

Menurut Benny, kejadian itu berada di luar kendali Garuda Indonesia, dan lebih pada situasi dan kondisi bandara, dalam hal ini Bandara Kualanamu.

Advertisement