TransNusa Berencana Terbang Lagi Awal 2022

TransNusa rencananya bakal kembali membuka penerbangan setidaknya pada Desember 2021 atau Januari 2022 mendatang.
ATR72-600 TransNusa

AVIATREN.com – Setelah hiatus selama lebih dari satu tahun, maskapai lokal TransNusa berencana membuka layanan penerbangan kembali pada awal 2022 mendatang.

Hal ini mencuat berdasarkan upaya maskapai tersebut yang baru-baru ini mengajukan kembali sertifikasi untuk melakukan penerbangan udara (Air Operator Certificate/AOC).

Managing Director TransNusa, Bayu Sutanto mengatakan bahwa pihaknya harus mengajukan AOC kembali karena sertifikat AOC sebelumnya telah kedaluwarsa.

“Setiap tahun ada persyaratan bagi maskapai untuk menyediakan sejumlah penerbangan di angka tertentu, tetapi karena situasi (Covid-19), kami tidak dapat melakukan penerbangan, sehingga AOC kami telah kedaluwarsa,” jelas Bayu dalam sebuah pernyataan kepada SmartAviation, dikutip Aviatren, Kamis (21/10/2021).

Bayu menambahkan, TransNusa sendiri rencananya bakal kembali membuka penerbangan setidaknya pada Desember 2021 atau Januari 2022 mendatang, namun itu bergantung pada rampungnya proses AOC.

“Jadi, penerbangan kami kemungkinan bakal dibuka kembali selambat-lambatnya pada Februari 2022 mendatang,” imbuh Bayu.

Sebelumnya, maskapai TransNusa sendiri menyetop operasi penerbangannya pada September lalu karena Covid-19.

Kala itu, pesawat yang digunakan untuk operasional penerbangan adalah ATR 42 dan ATR 72. Bayu mengonfirmasi bahwa penerbangan awal tahun 2022 nanti juga bakal menggunakan kedua model pesawat tersebut.

Rute domestik bakal pulih

Pembukaan layanan penerbangan TransNusa sendiri, lanjut Bayu, dipicu oleh industri penerbangan domestik yang belakangan semakin membaik seiring berjalannya waktu.

“Ada banyak permintaan penumpang yang datang dari berbagai pulau ke kota-kota besar di pulai lainnya, hal ini karena penerbangan udara masih menjadi opsi yang bisa diakses penumpang,” kata Bayu.

“Meski demikian, rute penerbangan antar kota (dalam satu pulau) masih kurang karena mayoritas masih memilih untuk menggunakan jalur darat karena ada jalan tol,” imbuh Bayu.

Ke depannya, ia memprediksi bahwa industri penerbangan secara global sendrii bakal pulih sedikit demi sedikit. Hanya saja, kondisi atau permintaan dan keramaiannya tidak akan seperti zaman sebelum pandemi Covid-19 menerjang.

“Sulit untuk memprediksi situasi industri penerbangan akibat Covid-19, tetapi fokus utama kami sekarang adalah mendapatkan AOC dan membuat maskapai ini beroperasi kembali,” pungkas Bayu.

Advertisement