Thai AirAsia Ajak Publik Urunan Dana agar Bisa Beroperasi

AirAsia Group

AVIATREN.com – Maskapai penerbangan Thai AirAsia meluncurkan kampanye penggalangan dana atau urunan massal (crowdfunding) untuk pertama kalinya yang bernama “Project Lift”.

CEO Thai AirAsia, Santisuk Klongchaiya mengatakan program patungan publik ini hadir untuk membantu pemulihan ekonomi perusahaan tersebut, pasca diterjang krisis akibat pandemi Covid-19.

“Kampanye crowdfunding ini akan menjadi alternatif bagi khalayak untuk menunjukkan dukungan mereka,” kata Santisuk dalam sebuah pengumuman.

“Respons positif yang kami terima selama ini yang menunjukkan betapa besar dukungan dan kepercayaan masyarakat terhadap AirAsia, yang sama pentingnya bagi kami untuk mengatasi krisis yang sedang terjadi,” imbuh Santisuk.

Program urunan dana ini sendiri telah mendapatkan persetujuan dari Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC).

Selain itu, SEC juga akan mengawasi progres dari program crowdfunding tersebut supaya berjalan dengan lancar dan tidak dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Adapun program patungan tersebut digelar di platform investasi asal Thailand, Peer Power (peerpower.co.th).

Di sana, berbagai pihak, termasuk para investor ritel, bisa memberikan sumbangan kepada Thai AirAsia dengan investasi minimal 50.000 Baht atau sekitar Rp 21,6 juta.

Program crowdfunding ini sendiri disebut akan berlangsung selama enam bulan ke depan dengan target investasi yang nantinya bakal didapatkan diperkirakan mencapai 80 juta Baht atau sekitar Rp 34 miliar.

Nantinya, hasil kampanye crowdfunding ini juga akan membantu Thai AirAsia menjalankan operasional bisnis jangka pendek mereka, sembari mempertahankan rencana pendanaan existing, yang terdiri dari peningkatan modal dan restrukturisasi bisnis perusahaan induk Asia Aviation.

Bertahan di tengah pandemi Covid-19

Sebagai informasi, program ini sendiri diluncurkan setelah Thai AirAsia berusaha bertahan di tengah pandemi Covid-19 dengan melakukan penghematan di beberapa aspek, salah satunya adalah mengurangi atau menunda gaji karyawan pada beberapa bulan lalu.

Maskapai penerbangan yang dinakhodai Santisuk itu juga sempat menangguhkan seluruh operasional penerbangan pada awal Juli lalu, yang kemudian diperpanjang hingga Agustus.

Kemudian pada 3 September, Thai AirAsia telah resmi membuka kembali 11 rute penerbangan domestik, salah satunya rute Bangkok-Don Mueang.

Dengan langkah pembukaan rute penerbangan ini, Santisuk yakin bahwa publik akan tergerak dan ikut serta mendukung program crowdfunding tadi, sehingga Thai AirAsia dapat menjalankan operasional penerbangannya dengan lancar seperti sediakala.