Korean Air Bakal Setrum Penumpang "Resek" di Penerbangannya - Aviatren

Korean Air Bakal Setrum Penumpang “Resek” di Penerbangannya

January 2, 2017

Pramugari korean Air berlatih menggunakan Taser Gun (Reuters)

AVIATREN.com – Bersikap baiklah selama penerbangan, terlebih saat terbang dengan maskapai Korean Air. Pasalnya, maskapai tersebut bakal menerapkan kebijakan penggunaan alat kejut listrik (taser) bagi penumpang yang “resek” atau berperilaku tidak menyenangkan di pesawat dan bikin ribut.

Keputusan itu diambil oleh maskapai berbasis Seoul itu pada Selasa (20/12/2016) lalu, setelah ada penumpang yang bikin ribut di dalam pesawat saat terbang rute Hanoi – Seoul.

“Kami mengubah syarat dan kondisi penggunaan pistol kejut listrik (Taser) untuk mengatasi aksi kekerasan dan gangguan di dalam pesawat secara cepat dan efisien,” demikian pernyataan resmi korean Air, seperti dikutip Aviatren dari Reuters, Senin (2/1/2017).

Meski demikian, belum diketahui secara pasti bagaimana Korean Air akan mengimplementasikan prosedur baru tersebut.

Sebelumnya, pada 20 Desember 2016, seorang penumpang membuat onar di dalam kabin. Pramugari berusaha menenangkan penumpang tersebut dengan susah payah, bahkan sampi diikat dengan tali.

Penyanyi kawakan Richard Marx yang juga berada dalam penerbangan rute Hanoi-Seoul itu mengunggah foto-foto selama insiden terjadi di akun Twitter dan Facebook-nya.

[fb_embed_post href=”https://www.facebook.com/richardmarxmusic/posts/10154928151700555/” width=”550″/]

Marx mengkritisi ketidaksiapan kru Korean Air dalam mengatasi situasi seperti itu, dimana penumpang bertindak agresif secara fisik. Kru pesawat Korean Air juga dianggap Marx tidak memiliki peralatan yang memadai untuk mengatasi keributan seperti itu.

Karena itulah, pistol kejut listrik bakal dipakai oleh Korean Air. Jika sewaktu-waktu ada penumpang bertindak demikian dalam penerbangan, mereka tinggal menyetrumnya agar bisa dilumpuhkan dengan cepat dan efisien.

Sebelumnya, kebijakan Korean Air hanya membolehkan kru menggunakan alat kejut listrik hanya jika dalam situasi dimana nyawa kru dan penumpang dalam bahaya, atau keamanan penerbangan terancam. Kebijakan baru yang lebih longgar ini dibuat agar awak kabin lebih cepat mengambil keoutusan.

Facebook Comments