Menengok Kemewahan Pesawat HondaJet Seharga Rp 60 Miliar

HondaJet HA-420

AVIATREN.com – Honda mengenalkan pesawat jet pribadi buatannya, Honda HA-420 atau yang familiar disebut HondaJet kepada sejumlah media di Jakarta, Selasa (26/9/2017). Kedatangan HondaJet di Indonesia ini merupakan yang pertama kalinya semenjak pesawat tersebut di-rollout.

Kesempatan ini juga dijadikan oleh Honda untuk menjajaki pasar business jet di Indonesia dengan mengenalkannya ke sejumlah pembeli potensial. Meski demikian, Director of Sales Honda Aircraft Company, Vishal V. Hiremath menegaskan, Honda belum secara resmi membuka penjualan HondaJet HA-420 di Indonesia.

“Kami baru melakukan evaluasi dan menjajaki potensi penjualannya di Indonesia,” kata Vishal saat dijumpai AVIATREN di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Selatan.

Meski demikian, Vishal yakin HondaJet HA-420 akan diminati di Indonesia. Hal itu menurutnya, didukung oleh besarnya nama brand Honda di Tanah Air di dunia otomotif.  

“Honda sudah dikenal dan memiliki hubungan emosional yang kuat dengan konsumen di Indonesia, itu yang menjadi kekuatan kami,” katanya.

Dijual mulai Rp 60 miliar

Honda Aircraft Company (HAC) mematok harga 4,5 juta dollar AS (sekitar Rp 60 miliar) untuk pesawat jet pribadi buatannya, HA-420 HondaJet. Hal itu diungkapkan oleh Director of Sales Honda Aircraft Company, Vishal V. Hiremath, saat ditemui di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (26/9/2017).

“Untuk 2017 ini, HondaJet dijual dengan harga mulai 4,5 juta dollar AS (sekitar Rp 60 miliar), namun konsumen masih bisa melakukan penyesuaian, tergantung permintaan,” kata Vishal.

Dengan banderol harga demikian, apa saja yang konsumen dapatkan? HondaJet HA-420 adalah pesawat jet pribadi kelas ringan (light jet) besutan HAC. Pesawat ini ditenagai oleh dua mesin GE Honda HF120 yang mendapatkan sertifikasi produksi pada 2015 lalu.

Pesawat ini memiliki jangkaun jelajah sejauh 1.400 mil atau sekitar 2.200-an kilometer, dengan kecepatan maksimal 420 knots atau sekitar 682 km per jam. “Spesifikasi ini sudah mencukupi untuk mobilitas di Asia Tenggara,” kata Vishal.

Dimensinya yang kecil pun seolah tak menjadi soal. Pesawat ini didesain untuk terbang tidak terlalu jauh atau lama, sehingga penumpang tidak akan berlama-lama di dalamnya.

Pesawat ini dirancang agar terjangkau, bukan hanya dari soal harga, melainkan juga dari biaya operasionalnya. Pesawat ini bisa diterbangkan dengan satu pilot saja (khusus registrasi N) jika memang menghendaki demikian.

 

Kokpit HondaJet dirancang modern, mengadopsi sistem glass cockpit dengan peranti elektronik Garmin G3000

Kokpit

Menengok ke bagian kokpit, HondaJet HA-420 mengusung panel instrumen glass cockpit buatan Garmin. Multi function display tempat menampilkan berbagai informasi penerbangan untuk pilot, sudah dilengkapi dengan teknologi synthetic vision.

 

HondaJet menggunakan kendali model control column (yoke) model W.

Synthetic Vision Technology adalah sistem komputer yang menampilkan citra lingkungan sekitar pesawat di layar utama kokpit (multi function display/MFD).

Layar akan menampilkan kontur permukaan bumi (topografi) dalam model tiga dimensi (3D), komplit dengan informasi-informasi utama penerbangan (primary flight display/PFD) yang dibutuhkan pilot, seperti altitude (ketinggian), airspeed (kecepatan di udara), dan attitudepesawat.

Kabin

Melihat ke bagian kabin, pesawat ini dirancang untuk 4 penumpang. Layout kursinya dibuat dua berhadap-hadapan.

Masih ada satu kursi tambahan antara kokpit dan kabin. Kursi opsional ini bisa dipakai untuk pramugari, atau penumpang tambahan. Jika dioperasikan dengan satu pilot, maka satu penumpang lagi bisa duduk di kursi kopilot di kokpit, sehingga total penumpang yang bisa diangkut adalah 5 penumpang dengan satu pilot.

 

Interior kabin pesawat HondaJet HA-420, empat kursi berhadap-hadapan.

 

Duduk di kabin HondaJet menyisakan sedikit ruang di atas kepala. Penumpang juga harus menunduk saat berjalan di dalam kabin (lihat background).

Terdapat meja lipat yang bisa dikeluar-masukkan dari bawah jendela masing-masing sisi pesawat. Terdapat juga soket listrik yang tersembunyi di balik panel kabin di bawah jendela di samping masing-masing kursi. Sementara di langit-langitnya dilengkapi dengan ventilasi udara (AC) dan lampu baca.

 

Meja lipat di masing-masing sisi kabin penumpang HondaJet HA-420

Lampu baca dan saluran ventilasi udara di langit-langit kabin HondaJet.

 

Window shade yang dimiliki sudah elektronik, namun penumpang hanya diberi opsi untuk membuka dan menutup saja, tidak bisa mengatur tingkat kegelapan seperti layaknya di jendela pesawat Boeing 787 Dreamliner.

Melongok ke bagian belakang kabin, terdapat lavatory dengan kloset mini, lengkap dengan tempat cuci tangan (washtafel). Bagian bawahnya bisa dibuka untuk menaruh tisu dan perlengkapan toiletries.

 

Toilet duduk di kabin belakang HondaJet.

Wastafel (sink) di toilet dalam kabin HondaJet.

 

Biaya operasional

Secara keseluruhan, HondaJet HA-420 terasa ringkas dengan banderol harga yang relatif murah, jika dibandingkan dengan pesawat sekelasnya.

Sebagai gambaran, kompetitor terdekat HondaJet HA-420 adalah Embraer Phenom 100E dan Cessna Citation M2. Embraer Phenom 100E sendiri dijual dengan harga mulai 4,1 juta dollar AS. Sementara Cessna Citation M2 memiliki banderol harga mirip dengan HondaJet HA-420, yakni di kisaran 4,5 juta dollar AS.

Meski demikian, HondaJet HA-420 memiliki operating cost per houryang sedikit lebih murah di antara ketiganya. Menurut situs AOPA, biaya operasional per jam HondaJet HA-420 adalah 1.134 dollar AS, sementara Embraer Phenom 100E dan Cessna Citation M2 masing-masing adalah 1.151 dollar AS dan 1.395 dollar AS.