Pendaratan pertama B737MAX di pabrik Boeing di Seattle, AS, Jumat (29/1/2016).

AVIATREN.com – Administrator FAA, Steve Dickson hari ini, Rabu (18/11/2020), menandatangani perintah yang mengizinkan pesawat Boeing 737 MAX digunakan lagi untuk penerbangan komersil.

Langkah ini diambil setelah proses tinjauan keamanan yang komprehensif dan metodis, yang membutuhkan waktu 20 bulan untuk menyelesaikannya.

Selama waktu itu, FAA bekerja mengidentifikasi dan mengatasi masalah keselamatan di B737 MAX, yang berperan dalam hilangnya 346 nyawa secara tragis, dalam kecelakaan pesawat Lion Air Penerbangan JT610 dan Ethiopian Airlines Penerbangan ET302.

Boeing sendiri menyambut baik keputusan FAA ini yang mengizinkan B737 MAX terbang komersil kembali.

Langkah ini memungkinakn maskapai-maskapai yang berada di bawah yurisdiksi FAA, termasuk di AS, mengambil langkah yang diperlukan untuk memulai lagi penerbangan dengan B737 MAX. Boeing juga bisa melanjutkan pengiriman pesawat yang selama ini mangkrak.

“Kami tidak akan melupakan nyawa yang hilang akibat dua kecelakaan tragis yang menyebabkan penghentian operasi,” ujar CEO Boeing, David Calhoun dalam keterangan resmi di situs Boeing.

“Peristiwa ini dan pelajaran yang telah kami peroleh, telah membentuk kembali perusahaan kami dan selanjutnya memusatkan perhatian kami pada nilai inti kami, yaitu keselamatan, kualitas, dan integritas,” lanjut Boeing.

Setelah FAA memberikan lampu hijau, maka maskapai-maskapai harus menyelesaikan update software B737 MAX di armadanya, dan melatih ulang pilot-pilotnya.

Proses ini diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 30 hari, sebelum pesawat benar-benar boleh terbang.

B737 MAX sendiri dilarang terbang sejak Maret 2019 menyusul dua kecelakaan Lion Air JT610 dan Ethiopian ET302, yang menewaskan 346 penumpang dan awak pesawat.