Thai Airways Disebut Bakal Jual Armada A330

Thai Airways A330-300

AVIATREN.com – Maskapai penerbangan Thai Airways dikabarkan bakal menjual tiga unit pesawat Airbus A330-300, beserta satu unit mesin simulasi penerbangan (flight simulator) miliknya.

Menurut sumber industri, hal tersebut dilakukan sebagai upaya pemulihan ekonomi perusahaan itu pasca diterjang pandemi Covid-19, sekaligus meremajakan rata-rata umur armada pesawat mereka yang kini berada di kisaran angka 8,4 tahun. 

Adapun pesawat yang bakal dijual Thai Airways masing-masing berumur sekitar 4 tahun lebih tua dibanding angka rata-rata armada maskapai tersebut, yakni 12,2, 12,5, dan 12,6 tahun. 

Berdasarkan data Planespotters.net, Thai Airways sendiri memiliki 15 unit pesawat Airbus A330-300 dan seluruhnya sedang di-grounded dan berada di kolom “Parked”.

Hal itu disebabkan oleh sepinya penumpang sebagai efek dari pembatasan wilayah Covid-19 di sejumlah negara.

Belum diketahui apakah kabar penjualan 3 unit pesawat A330-300 tadi akurat atau tidak. 

Yang jelas, Thai Airways sendiri sejauh ini sudah memangkas 34 unit pesawat sejak November tahun lalu.

Beberapa yang dijual mencakup 10 unit Boeing 747-400, 6 unit 777-200, dan 6 unit 777-300.

Mereka juga telah mempensiunkan 6 unit Airbus A340-600, 1 unit A300-600, 3 unit A340-500, dan dua unit Boeing 737-400.

Sebelumnya, pada November 2020 lalu, Thai Airways diberitakan menjual 34 pesawatnya untuk mendapatkan dana segar. Pesawat yang lebih banyak parkir tanpa digunakan sama sekali justru membebani kas perusahaan. Saat itu, Thai Airwayas berharap bisa menemukan pembeli paling lambat 13 November 2020.

Dalam laporan resmi perusahaan akhir 2020, armada pesawat yang dijual antara lain 10 Boeing 747-400 yang diproduksi antara 1993-2003, 6 Boeing 777-200 yang dibuat pada 1996-1998, dan 6 Boeing 777-300 yang diproduksi dari 1998-2000.

Pesawat lainnya yang akan dilepas adalah 6 Airbus A340-600 yang dibuat dari tahun 2005-2008, 3 A340-500 yang diproduksi tahun 2005-2007, 2 Boeing 737-400 yang dibuat pada tahun 1992-1993, dan 1 Airbus A300-600 yang dibuat pada tahun 1993.

Thai Airways tidak memberikan rincian terkait penjualan puluhan pesawatnya. Perusahaan tengah dalam kondisi sulit, bahkan sebelum pandemi Covid-19 menghantam Thailand.