Pin Belum Dicabut, Roda B787 Qantas Tidak Bisa Dimasukkan setelah Takeoff

Qantas-Boeing-787-9-Dreamliner-VH-ZNH
Qantas-Boeing-787-9-Dreamliner-VH-ZNH
Qantas-Boeing-787-9-Dreamliner-VH-ZNH

AVIATREN.com – Biro Keselamatan Transportasi Australia (ATSB) merilis hasil investigasi terkait insiden pada 21 Juni lalu, di mana dua set roda pesawat Boeing 787-9 milik Qantas tidak bisa dimasukkan ketika pesawat sudah lepas landas (takeoff).

Berdasarkan penelusuran menyeluruh ATSB, insiden yang melanda pesawat dengan nomor registrasi VH-ZNH tersebut disebabkan oleh dua pin pengaman yang belum dicabut dari roda pesawat.

“Berdasarkan pengecekan sebelum terbang, kru darat tidak mengidentifikasi bahwa pin pengaman roda pesawat ternyata masih pada tempatnya ketika pesawat lepas landas,” kata Direktur Keamanan Transportasi ATSB, Stuart Macleod dalam sebuah pernyataan.

Diketahui, pesawat 787 sendiri memiliki lima pin pengaman yang terletak di sekitar roda pesawat, yang berfungsi untuk menahan roda pesawat agar tidak masuk atau tetarik ke dalam, serta menghindari insiden apabila ada malfungsi di sistem roda pesawat ketika berada di darat.

Selain pin pengaman, pita berwarna merah yang berada di sekitar roda pesawat, yang biasanya bertuliskan peringatan bahwa pin pengaman harus dicabut, alias “Remove From Flight”, disebut telah hilang.

Karena pita pengingat itu hilang, kru darat, begitu juga pilot dan awak lainnya, mungkin tak menyadari bahwa pin pengaman masih menempel di sekitar roda pesawat, ketika mereka melakukan pengecekan sebelum penerbangan.

ATSB mengatakan, tali pengingat tersebut kemungkinan masuk atau terselip ke dalam roda pesawat, mengingat kondisi sekitar pada saat insiden cukup basah dan sedang dilanda angin yang cukup kencang.

“Pita yang dilepas sebelum terbang adalah pengingat visual untuk melepas pin pengaman roda pesawat sebelum melakukan penerbangan, tetapi dapat hilang dan tidak terlihat tergantung kondisi lingkungan dan cuaca sekitar,” jelas Macleod.

“Interpretasi kru pesawat juga bisa mempengaruhi kehadiran pita ini. Jika mereka tidak melihat ada pita pengingat, maka besar kemungkinan pita tersebut sudah dicabut. Prinsip yang sama juga dapat mencegah adanya komponen pesawat lainnya yang rusak atau hilang,” imbuh Macleod.

Pesawat tak bisa lanjutkan penerbangan

Qantas B787

Sebelumnya, salah satu pesawat Qantas 787 rute Sydney-Perth pada 21 Juni lalu tidak bisa melanjutkan penerbangan karena roda pesawat macet dan tidak bisa dimasukkan ketika pesawat lepas landas.

Awak di dalam pesawat lantas menerima pesan peringatan bahwa roda pesawat memang tidak bisa dimasukkan, meski tuas terkait sudah ditarik.

Setelah melakukan pengecekan, awak pesawat ternyata tidak bisa menyelesaikan masalah tersebut dan terpaksa harus mendarat lagi di bandara keberangkatan (Sydney).

Seluruh penumpang di pesawat tersebut, yang berjumlah 106 orang, beserta 13 awak pesawat dinyatakan selamat dari insiden tersebut.

Supaya kejadian yang sama tak terulang kembali, pihak Qantas telah melakukan antisipasi di seluruh pesawat 787 mereka sebelum terbang.

Antisipasi yang dilakukan berupa menyimpan pin pengaman roda pesawat di dalam dek pesawat, sehingga mempermudah proses penghitungan jumlah pin dan verifikasi bahwa roda pesawat aman dan bisa dimasukkan ketika lepas landas.

Di samping itu, Qantas juga menekankan pada seluruh krunya, baik di darat maupun di dalam pesawat, untuk memperhatikan dan menghitung seluruh pin pengaman roda pesawat yang sudah dicabut, serta menghafal posisi asalnya.

Advertisement