Tata, perusahaan konglomerasi India yang menaungi Air India Express, disebut telah bertemu dengan jajaran pejabat senior AirAsia India.
AirAsia India

AVIATREN.com – Dua maskapai bertarif rendah (LCC) yang beroperasi di India, AirAsia India dan Air India Express, dikabarkan bakal melakukan penggabungan entitas, alias merger dalam waktu dekat.

Berdasarkan laporan yang beredar, Tata, perusahaan konglomerasi India yang menaungi Air India Express, disebut telah bertemu dengan jajaran pejabat senior AirAsia India.

Pertemuan tersebut konon membahas hal-hal yang berkaitan dengan proses merger, mencakup penggabungan karyawan, kualitas pesawat masing-masing maskapai, pengecekan keamanan pesawat, dan lain sebagainya.

Selain itu, diskusi tersebut konon juga melibatkan para ahli di bidang bisnis maskapai, boleh jadi supaya proses merger AirAsia India dan Air India Express berjalan dengan mulus.

Belum diketahui apakah kabar merger ini akurat atau tidak. Yang jelas, jika informasi itu akurat, maka upaya merger untuk menghadirkan satu entitas LCC baru bisa dibilang hal yang sangat mungkin dilakukan oleh Tata.

Pasalnya, Tata kini memiliki 83,67 persen kepemilikan saham di AirAsia India. Konon, perusahaan tersebut tengah berencana untuk mengambil alih sisa dari saham yang ada, yaitu sekitar 16,33 persen dengan kocek senilai 19 juta dolar AS (sekitar Rp 271 miliar).

“Ini (merger) adalah langkah paling logis pada tahap ini, dan dengan Tata yang memiliki mayoritas saham di AirAsia India, proses integrasi menjadi lebih mudah,” kata seorang sumber industri, dikutip Aviatren dari EconomicTimes, Senin (22/11/2021).

Menarik melihat AirAsia India merger dengan Air India Express, dan bisnisnya di masa depan apabila kabar tersebut benar.

Apalagi, kedua maskapai memiliki armada pesawat yang berbeda, yaitu Boeing 737 untuk Air India Express, dan Airbus A320 untuk AirAsia India. Kita nantikan saja kabar selanjutnya.

Content Writer

View all posts