Irkut MC-21-300 Kantongi Sertifikasi dari Regulator Rusia

proses sertifikasi oleh Rosaviatsia ini merupakan langkah penting bagi perjalanan pesawat MC-21-300 ke depannya.
Russia MC-21-300
Pesawat Irkut MC-21-300

AVIATREN.com – Pesawat terbaru buatan perusahaan aviasi asal Rusia Irkut Corporation, yaitu MC-21-300 telah mendapatkan sertifikat keamanan pertama untuk tipe pesawat tersebut (initial type certificate) dari otoritas penerbangan setempat, Rosaviatsia.

Dengan begitu, hanya ada beberapa langkah lagi yang harus ditempuh Irkut sebelum pesawat terbaru bikinannya itu bisa terbang secara komersil.

CEO perusahaan induk Irkut Corporation, Rostec, yakni Sergey Chemezov mengatakan proses sertifikasi oleh Rosaviatsia ini merupakan langkah penting bagi perjalanan pesawat MC-21-300 ke depannya.

“Dokumen tersebut memastikan bahwa pesawat yang kami buat telah siap untuk diproduksi secara massal dan dijual ke operator-operator penerbangan,” jelas Chemezov, dikutip Aviatren dari SimpleFlying.com, Kamis (30/12/2021).

Ke depannya, General Director Irkut Corporation, Anrei Boginsky mengatakan bahwa pihaknya bakal berupaya melakukan beberapa uji coba demi mendapatkan sertifikat lainnya untuk pesawat MC-21-300 pada 2022 mendatang.

“Pertama-tama, kami akan menyelesaikan sertifikasi pesawat yang terbuat dari bahan komposit yang dirancang di Rusia. Kami juga akan menguji liner dalam kondisi ketinggian tinggi, angin kencang, serta di suhu rendah dan tinggi,” imbuh Boginsky.

Secara spesifikasi, Irkut MC-21-300 ditenagai dengan mesin Pratt & Whitney PW1400G dan disebut mampu mengangkut sekitar 163-211 penumpang.

Dengan kemampuan demikian, maka pesawat tersebut bisa dibilang merupakan kompetitor langsung dari Airbus A320 dan Boeing 737.

Rencananya, pesawat ini bakal dikirimkan untuk pertama kalinya kepada operator asal Rusia, Rossiya Airlines pada 2022 mendatang. Maskapai tesebut sebelumnya telah memesan enam unit MC-21-300 dan pengirimannya diprediksi bakal terjadi pada paruh pertama tahun depan.

Dari sisi regulator, Rosaviatsia mengatakan pihaknya bakal terus memperluas skala pengujian kondisi dan operasi pesawat MC-21-300, serta mengoptimalkan strukturnya, termasuk melakukan remotorisasi ke mesin PD-14 bikinan domestik.

Advertisement