Sertifikasi Comac C919 Molor

Comac C919
Keterlambatan sertifikasi pesawat ini konon melibatkan mandeknya beberapa komponen-komponen pesawat yang berasal dari Amerika Serikat (AS).
Comac C919
Comac C919

AVIATREN.com – Pesawat berbadan lebar (widebody) terbaru bikinan Comac, C919 gagal memenuhi targetnya untuk mengantongi sertifikasi tipe pesawat tersebut pada akhir 2021 kemarin.

Artinya, pesawat tersebut kemungkinan belum bisa dikirimkan ke maskapai China Eastern Airlines, yang merupakan konsumen peluncuran Comac C919 dalam waktu dekat.

Menurut pihak Comac, hal ini disebabkan oleh proses uji terbang yang masih dilakukan sekitar enam unit pesawat uji coba C919 di beberapa negara, yang nantinya bakal menjadi pasar pesawat tersebut.

Selain itu, mereka juga mengatakan penundaan sertifikasi pesawat tersebut juga disebabkan oleh faktor pandemi Covid-19 dan faktor eksternal lainnya.

Comac tidak menjelaskan secara gamblang apa faktor eksternal yang menghambat pesawat C919 mendapatkan sertifikasi dan terpaksa mengalami penundaan. Selain itu, mereka juga tidak menyebut secara rinci kapan pesawat tersebut bakal mendapatkan sertifikat.

Namun, keterlambatan mendapatkan sertifikat pesawat ini konon melibatkan mandeknya beberapa komponen-komponen pesawat yang berasal dari Amerika Serikat (AS), di tengah kondisi perang dagang AS-China yang terus berlanjut.

Salah satu komponen utama pesawat tersebut adalah dua turbofans Leap-1C yang dibuat oleh perusahaan yang berbasis di Ohio, AS, yaitu CFM International.

Terlepas dari komponen, jadwal uji terbang pesawat tersebut juga konon berkontribusi pada sulitnya Comac C919 mendapatkan sertifikatnya.

Saat ini, China sendiri memiliki kebijakan terkait pandemi Covid-19 bernama “zero-infection”, yang tampaknya turut berpengaruh pada jadwal uji terbang Comac C919. Sebab, kebijakan tersebut juga memiliki keterkaitan dengan pembatasan wilayah.

Dengan belum adanya sertifikat pesawat untuk Comac C919, maka konsumen lainnya yang telah memesan pesawat tersebut, selain China Eastern Airlines, juga mungkin bakal terdampak.

Salah satunya adalah operator asal Indonesia, TransNusa yang disebut bakal menjadi konsumen pertama di pasar internasional yang bakal menerima pesawat Comac C919 untuk pertama kalinya, sebagaimana dirangkum Aviatren dari FlightGlobal, Sabtu (8/1/2022).

Advertisement