Ini Alasan Tiket Pesawat Garuda Mahal Menurut Erick Thohir

Menurut Menteri BUMN, Erick Thohir, ekosistem dalam tata kelola bisnis Garuda Indonesia sudah buruk sejak dahulu.
Counter check-in Garuda Indonesia (Beritasatu/Danung Arifin).

AVIATREN.com – Menteri BUMN Erick Thohor belum lama ini menjelaskan mengapa tiket Garuda Indonesia dikenal mahal apabila dibandingkan tiket maskapai penerbangan lainnya di Tanah Air.

Menurut dia, hal itu disebabkan karena ekosistem dalam tata kelola bisnis Garuda yang ia sebut buruk sejak dahulu kala, yang akhirnya berdampak pada ekosistem ekonomi Indonesia dan tiket perjalanan.

Salah satu contoh dari tata kelola bisnis yang ia nilai kurang baik ini adalah membeli atau menyewa banyak pesawat tanpa ada rencana bisnis, seperti misalnya hitungan rute penerbangan dan lain sebagainya.

Karena hal tersebut, Garuda belakangan diwartakan harus membayar biaya sewa pesawat kepada para perusahaan penyewa pesawat (lessor) hingga 28 persen dari total pendapatannya, lebih banyak dibanding maskapai lain yang hanya membayar 8 persen dari total pendapatan mereka untuk biaya sewa pesawat.

“Jadi ada sistem dan ada solusi supaya Garuda ke depan tidak lagi mengulangi kasus serupa, karena tidak ada tata kelola akhirnya juga kerugiannya berdampak kepada rakyat yakni tiket mahal. Hal ini dikarenakan terjadi monopoli tiket,” ujar Erick, dikutip Aviatren dari Kompas.com, Sabtu (29/1/2022).

“Nah kalau tiketnya jadi mahal, berarti industri pariwisata tidak berkembang. Kalau industri pariwisata tidak berkembang, maka UMKM tidak punya tempat untuk penghasilan baru,” imbuh Erick.

Erick melanjutkan, berdasarkan data yang dikantonginya, Garuda saat ini berhubungan dengan 32 lessor (perusahaan penyewaan pesawat). Di sisi lain, maskapai lain hanya memiliki sekitar 4-5 lessor.

Selain jumlah lessor yang digandeng, jenis pesawat Garuda juga lebih bervariasi dibanding maskapai lain. Saat ini, Garuda Indonesia menurut Erick memiliki 13 jenis pesawat dari berbagai pabrikan, seperti Boeing, Airbus, ATR, CRJ dan sebagainya dalam armadanya, sedangkan maskapai lainnya hanya 3-4 varian saja.

Dengan kondisi seperti ini, wajar saja apabila tiket Garuda selama ini dikenal mahal oleh sejumlah masyarakat Tanah Air. Sebab, mereka agaknya harus menaikkan harga tiket untuk menutup biaya operasional yang juga lebih besar dibanding maskapai lainnya, terutama untuk biaya sewa pesawat.

Advertisement