Qatar Beli 50 B737 MAX 10 setelah Pesanan A321neo Dibatalkan Airbus

B737 MAX Qatar Airways.

AVIATREN.com – Qatar Airways resmi menandatangani kontrak pembelian 34 pesawat kargo B777X, yakni B777-8F Freighter dari Boeing, pada Senin (1/2/2022), dengan total nilai Rp 430 triliun.

Yang mengejutkan, sebagai bagian dari pesanan tersebut, Qatar dan Boeing juga memasukkan klausul pembelian pesawat narrow body terbaru B737 MAX. Qatar dan Boeing sepakat dengan 25 pesanan B737 MAX 10 dengan opsi 25 pesawat lagi di masa mendatang.

Nilai total dari komitmen 737-10 ini hampir 7 miliar dollar AS (sekitar Rp 100 triliun) menurut daftar harga saat ini. Model terbesar dalam keluarga MAX, 737-10 dapat menampung hingga 230 penumpang dalam konfigurasi kelas tunggal, dan dapat terbang hingga 3.300 mil.

Perjanjian pembelian B737 MAX 10 ini di tengah tensi antara Qatar Airways dan Airbus, akibat masalah cat mengelupas di bodi pesawat A350 milik Qatar. Airbus pun memutuskan membatalkan pesanan 50 pesawat A321neo (pesaing B737 MAX) Qatar.

Dikutip AVIATREN dari Reuters, di pasar pesawat narrow body, di mana varian MAX berkompetisi, A321neo sendiri saat ini masih mendominasi penjualan.

“Qatar Airways sangat berharap dapat menambahkan 737-10 ke armadanya, dengan varian baru 737 ini sangat cocok untuk jaringan jarak pendek kami, yang memberi kami kesempatan untuk lebih meningkatkan penawaran produk kami kepada pelanggan kami, memodernisasi armada kami. dan mengoperasikan pesawat paling efisien di kategorinya,” kata CEO Qatar, Akbar Al Baker.

Qatar Airways sendiri sebelumnya telah mengkritik B737 MAX dan mendesak Boeing untuk merancang pesawat jet baru, menyusul dua kecelakaan B737 MAX (Lion Air dan Ethiopian), yang menyebabkan larangan terbang (grounded) yang lama.

Meski demikian, penjualan B737 MAX Boeing kembali pulih sejak sejumlah regulator di berbagai negara mengisinkan pesawat tersebbut terbang kembali, mulai akhir 2020.

Airbus sendiri belum memberikan komentar terkait langkah Qatar membeli B777-8F sekaligus B737 MAX 10.