Sejarah Kelas Bisnis di Pesawat, Siapa Pencetus yang Pertama?

CEO Qantas Group, Alan Joyce mengeklaim bahwa maskapainya menjadi yang pertama menawarkan kelas bisnis pada 1979. Benarkah demikian?

AVIATREN.com – Kelas bisnis merupakan pilihan yang cocok bagi para penumpang yang ingin memaksimalkan pengalaman dan kenyamanan ketika mereka melakukan penerbangan, terutama untuk penerbangan jarak jauh (long-haul).

Selama ini, Qantas mengeklaim bahwa mereka merupakan maskapai pertama yang melahirkan penerbangan kelas bisnis.

“Orang-orang lupa bahwa Qantas Group sebenarnya menciptakan kelas bisnis dalam penerbangan untuk pertama kalinya pada tahun 1979,” klaim CEO Qantas Group, Alan Joyce dalam sebuah pernyataan.

Lantas, benarkah demikian? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita perlu melihat sejarah kelas kabin mewah yang telah hadir di industri penerbangan selama lebih dari tiga dekade terakhir.

1975: kelas ekonomi yang lebih nyaman

Pada 1975, sejumlah maskapai penerbangan mulai menerapkan strategi penempatan kursi prioritas bagi para penumpangnya.

Kursi-kursi ini sebenarnya masih termasuk kelas ekonomi, namun para maskapai menempatkannya di kabin bagian depan, seperti kelas bisnis pada umumnya di saat ini.

Selain itu, penumpang yang duduk di kursi di bagian depan kabin pesawat ini juga bisa menikmati beragam benefit ekstra yang tidak didapatkan kelas ekonomi “reguler”.

Bisnis Class B787 Japan Airlines (JAL).

Japan Airlines (JAL), misalnya, akan memprioritaskan penumpang kelas ekonomi yang membayar lebih ketika mereka ingin bersantai di lounge bandara.

Sementara itu, KLM Royal Dutch Airlines menyediakan jalur khusus di Bandara Internasional Schiphol Amsterdam dan Bandara Internasional John F. Kennedy New York, yang memungkinkan penumpang akses khusus ke layanan check-in dan penanganan bagasi.

1977: istilah “kelas bisnis” mulai digunakan

Dua tahun kemudian, tepatnya pada 1977 Thai Airways mulai mengadopsi kelas ekonomi khusus yang dipakai JAL dan KLM ini, namun mereka memberikan nama baru untuk kelas tersebut, yaitu “kelas bisnis”.

Ini merupakan pertama kalinya sebuah maskapai memakai istilah kelas bisnis di penerbangan komersil.

Selain kursi di bagian depan, penumpang kelas ini juga bakal mendapatkan koran dan majalah bisnis terbitan terbaru, minuman gratis, serta berbagai makanan khas Thai Airways.

1978: Pan Am perkenalkan Clipper Class

Pada 1978, maskapai Air France dan British Airways juga ikutan membuat kelas ekonomi yang lebih premium bagi para penumpang yang membayar lebih.

Di tahun ini pula, maskapai Pan American World Airways (Pan Am) memperkenalkan kelas penerbangan baru yang bernala “Clipper Class”.

Sama seperti maskapai lainnya, penempatan duduk penumpang Clipper Class akan diposisikan di bagian depan kabin pesawat yang terpisah dengan kelas ekonomi.

Selain itu, mereka juga mendapatkan akses check-in khusus, ruang santai di bandara, gratis makanan dan minuman mewah, serta headphone untuk mendengarkan lagu.

Namun tetap saja, jenis kursi yang didapatkan penumpang Clipper Class sama kecilnya dengan kelas ekonomi dan tanpa dibekali dengan ruangan gerak yang lebih luas.

1979: Qantas luncurkan kelas bisnis

Setahun setelah Clipper Class mengudara, Qantas lantas meluncurkan kelas penerbangan bisnis baru yang berbeda dari yang sudah-sudah.

Selain menempatkannya di depan kabin, Qantas merancang kursi kelas bisnis mereka lebih luas dan lebih nyaman dibanding kursi kelas ekonomi yang ada pada saat itu.

Penumpang di kelas bisnis juga masih mendapatkan akses prioritas ke berbagai layanan maskapai seperti check-in, penanganan bagasi, ruang santai, makanan yang lebih enak, minuman gratis, dan lain sebagianya.

Berbagai benefit ini sendiri bisa didapatkan penumpang Qantas dengan merogoh kocek 15 persen ekstra dari harga tiket kelas ekonomi tertinggi yang ditawarkan di penerbangan yang sama.

Setelah Qantas, maskapai-maskapai lainnya, seperti Pan Am pada 1980, mulai ikutan membuat kelas bisnis baru dengan kursi yang lebih nyaman dan ruangan gerak yang lebih luas, di samping penempatan tempat duduk di bagian depan.

Thai Airways atau Qantas?

Dengan melihat sejarah ini, bisa disimpulkan bahwa Thai Airways merupakan maskapai pertama yang menggunakan istilah kelas bisnis di penerbangan komersil pada 1977, sebagaimana dirangkum Aviatren dari ExecutiveTraveller.

Namun, itu hanya merupakan nama saja lantaran kursi dan ruang gerak penumpang tergolong sama dengan kelas ekonomi, terlepas dari posisi tempat duduk dan benefit lainnya yang ditawarkan.

Adapun Qantas sendiri merupakan maskapai pertama di dunia yang memprakarsai konsep kelas bisnis sesungguhnya dengan kursi yang lebih nyaman dan ruang gerak yang lebih luas, di samping berbagai benefit lainnya yang ada hingga saat ini.

Advertisement