Thai AirAsia X Ajukan Pailit di Thailand

Thai AirAsia X

AVIATREN.com – Thai AirAsia X mengajukan permohonan untuk bangkrut (pailit) di negaranya pekan lalu. Menurut Chief Executive Thai AirAsia X Patima Jeerapaet, permintaan pailit tersebut sudah disetujui oleh Pengadilan Kepailitan Pusat Thailand.

“Thai AirAsia X telah memasuki proses rehabilitasi bisnis di waktu yang tepat, di mana sektor pariwisata dan industri penerbangan mulai pulih karena banyak negara yang melonggarkan pembatasan wilayahnya,” ujar Patima, dikutip Aviatren dari Forbes.com, Senin (23/5/2022).

Proses menuju pailit ini diperkirakan akan memakan waktu 8-12 bulan, dan selama periode tersebut, Thai AirAsia X akan melakukan sejumlah hal untuk memperbaiki arus kas maskapai.

Salah satunya adalah meningkatkan proses administrasi dan menjalankan restrukturisasi utang, sehingga pertumbuhan finansial maskapai asal Thailand ini bisa lebih terarah, terencana, dan tentunya lebih sehat.

Meski sudah mengajukan pailit, Thai AirAsia X memastikan bahwa proses ini tidak akan mengganggu operasional mereka di Thailand.

Terlebih, mereka berencana membuka penerbangan internasional untuk pertama kalinya sejak dua tahun ditiadakan (Maret 2020). Penerbangan tersebut bakal dibuka sekitar Juni mendatang dan akan melayani rute Korea Selatan dan Jepang.

Sekadar informasi, Thai AirAsia X merupakan maskapai ketiga yang mengajukan pailit di Thailand setelah Thai Airways dan Nok Air.

Adapun Thai AirAsia X sendiri merupakan maskapai urunan dari AirAsia X dan Thai AirAsia, dan proses pailit ini disebut tidak akan mengganggu kedua maskapai tersebut.

“Sulit untuk mengumpulkan dana karena maskapai menanggung utang dalam jumlah besar. Ke depannya, rencana rehabilitasi yang disetujui oleh pengadilan pada tahap berikutnya tentunya akan menjadi solusi yang layak untuk mempertahankan bisnis kami dalam jangka panjang,” imbuh Direktur Thai AirAsia X Tassapon Bijleveld di pernyataan terpisah.

Sebelum mengajukan pailit, Thai AirAsia X sendiri sudah berupaya mengurangi biaya operasional dengan memangkas jumlah armada mereka dari 12 menjadi 8 pesawat.

Langkah-langkah selanjutnya untuk menggenjot bisnis maskapai ini tentunya bakal diumumkan dalam beberapa waktu ke depan. Kita nantikan saja.