Video Manuver “Missing Man” yang Batal Ditampilkan RSAF di Pemakaman Lee Kuan Yew

Manuver Missing Man yang diperagakan The Black Knights (Straits Times/Alphonsus Chern)
Manuver Missing Man yang diperagakan The Black Knights (Straits Times/Alphonsus Chern)

AVIATREN.com – Tim aerobatik The Black Knights dari Republic of Singapore Air Force (RSAF), sejatinya akan menampilkan manuver “Missing Man” dalam prosesi pemakaman Perdana Menteri pertama Singapura, Lee Kuan Yew pada Minggu (29/3/2015) lalu.

Namun manuver tersebut urung dilakukan. Dikutip Aviatren dari The Strait Times, Minggu (29/3/2015), manuver tersebut tak jadi dilakukan karena cuaca buruk dan jarak pandang yang terbatas.

Hujan deras memang sempat mengguyur Singapura saat iring-iringan peti jenazah Lee Kuan Yew dibawa menuju ke University Cultural Centre untuk mendapatkan penghormatan terakhir.

The Black Knights dengan formasi empat pesawat tempur F-16C rencananya akan melakukan formasi Missing Man itu saat iring-iringan jenazah Lee Kuan Yew melewati ikon bangunan Singapura, yaitu Esplanade Bridge.

Menurut The Strait Times, warga Singapura yang sudah menunggu di jembatan Esplanade susah untuk melihat ke-empat pesawat tempur itu melintas di atas mereka.

Namun, manuver “Missing Man” yang dilakukan oleh The Black Knights sempat diabadikan dalam video oleh beberapa warga Singapura sebelumnya, saat tim aerobatik itu melakukan latihan di hari yang lebih cerah.

Video tersebut diunggah dan dibagikan melalui situs YouTube. Berikut adalah videonya:

https://www.youtube.com/watch?v=6Y_q0HWBOwU
Tentang manuver “Missing Man”
Manuver “Missing Man” menampilkan empat pesawat yang terbang dalam formasi arrow head, salah satu pesawat kemudian terbang keatas memisahkan diri.

Manuver ini telah menjadi tradisi sejak Perang Dunia I dan sering dilakukan untuk memberikan penghormatan terhadap pilot-pilot yang menjadi korban di medan perang.

Formasi tersebut pertama kali dilakukan oleh salah satu penerbangn Angkatan Udara Inggris untuk enghormati pilot legendaris Jerman, Manheim von Richtofen atau yang lebih dikenal dengan sebutan Red Baron.

Manuver itu pun menjadi tradisi dalam Royal Air Force (RAF) Inggris dalam Perang Dunia II.

USAF Thunderbirds adalah tim aerobatik militer pertama yang melakukan manuver “Missing Man” untuk menghormati korban-korban perang Vietnam.