Maskapai Malaysia yang Kini Telah Ditutup, Pernah Terbitkan Boarding Pass dengan Tulisan Tangan

Boarding Pass Rayani Air yang menggunakan kertas dan ditulis tangan.

AVIATREN.com – Rayani Air, maskapai asal Malaysia yang kini telah ditutup operasinya, pernah menerbitkan boarding pass berupa secarik kertas yang ditulis tangan. Data penerbangan seperti nama penumpang, nomor penerbangan, gate, kursi, dan waktu boarding ditulis di selembar kertas.

Penggunaan kertas dan tulisan tangan dilakukan petugas Rayani Air setelah sistem di komputer internal perusahaannya bermasalah. Penumpang Rayani Air pun heran dengan boarding pass yang ditulis tangan itu, mereka pun mengunggahnya ke media sosial.

Adapun rute penerbangan yang boarding pass-nya ditulis dengan tulisan tangan itu adalah penerbangan Kuala Lumpur-Kuching pada Jumat (18/3/2016).

Rayani Air sendiri dulunya adalah maskapai berbasis Malaysia yang menerapkan hukum syariah dalam penerbangannya. Diketahui rayani Air terbang perdana pada Minggu, 20 Desember 2015 dengan rute perdana Kuala Lumpur – Langkawi.

BACA: Rayani Air, Maskapai Syariah Malaysia Resmi Beroperasi

Izin dicabut

Namun Departemen Penerbangan Sipil/Department of Civil Aviation (DCA) Malaysia telah mengeluarkan larangan operasi terhadap maskapai Rayani Air  pada 13 Juni 2016. Alasannya adalah, Rayani Air dianggap tidak mampu mengatasi persoalan keamanan penerbangan dan kekurangan dalam organisasinya.

Rayani Air (Metro.co.uk)

Di hari yang sama, dikutip AVIATREN dari ATW Online, Malaysian Aviation Commission (MAVCOM) juga menarik izin terbang (air service license/ASL) Rayani Air.

Maskapai tersebut dinilai oleh DCA memiliki banyak masalah setelah mulai beroperasi pada Desmber 2015 lalu, dengan produk penerbangan syariah-nya. Karyawan Rayani Air juga sempat mogok massal pada 8 April lalu, menyebabkan seluruh penerbangan Rayani Air ditunda dan ratusan penumpangnya terlantar.

Rayani Air dulunya mengoperasikan dua aramada Boeing 737-400 dengan melayani penerbangan domestik di Malaysia seperti Kuala Lumpur, kota Bharu, Kota Kinabalu, Kuching, dan Langkawi.