Software Airbus A350-900 Harus “Reboot” Tiap 149 Jam

Airbus-A350-900-Aviatren
Airbus-A350-900-Aviatren
Airbus A350-900

AVIATREN.com – Gara-gara masalah perangkat lunak, sejumlah pesawat Airbus A350-900 (lebih tepatnya A350-941) yang saat ini aktif beroperasi harus menjalani proses reboot setiap 149 jam.

Hal itu diperlukan untuk mencegah terjadinya kegagalan sistem komputer di pesawat Airbus A350-900. Maskapai-maskapai yang mengoperasikan model A350-941 antara lain Air France, American Airlines, Delta Air Lines, Lufthansa, Air China, dan China Airlines.

Menurut EASA, jika tidak dilakukan reboot setelah 149 jam terbang, pesawat widebody generasi terbaru dari Airbus itu bisa kehilangan sebagian atau bahkan seluruh fungsi sistem avionik.

Bug yang ada di software A350 ini sebenarnya bukan hal yang baru. Otoritas penerbangan Eropa, EASA (European Aviation Safety Agency) sendiri telah mengeluarkan airworthines directive (Perintah Kelaikan Udara), untuk reboot sistem pesawat yang bersangkutan sejak 2017 lalu.

Kini, imbauan itu diperbarui dan efektif berlaku mulai 26 Juli. Dalam airworthines directive yang telah diperbarui, EASA mengecualikan pesawat A350-900 keluaran terbaru, karena sudah mendapat update perangkat lunak, saat masih dalam fase produksi di pabrik.

Namun, bagi maskapai yang mengoperasikan pesawat-pesawat A350 keluaran awal, mereka masih wajib melakukan reboot, atau melakukan update software ke versi terbaru yang dikeluarkan oleh Airbus.

Sebelumnya, dirangkum AVIATREN dari Airlinerwatch, Senin (29/7/2019), pesawat pesaing A350, yakni Boeing 787 Dreamliner, juga pernah mengalami hal yang serupa.

Pada 2015 lalu, lantaran bug yang memicu memory overflow di perangkat lunaknya, generator Dreamliner diketahui rawan mati secara tiba-tiba setelah 248 hari beroperasi terus menerus.

Advertisement