Rolls-Royce Uji Mesin Trent 1000 Pakai Bahan Bakar Ramah Lingkungan

Boeing 747 untuk pengujian Trent 1000 SAF
Boeing 747 untuk pengujian Trent 1000 SAF
Boeing 747 untuk pengujian Trent 1000 SAF

AVIATREN.com – Rolls-Royce telah selesai dan sukses menguji coba salah satu mesin pesawat buatannya, Trent 1000 yang ditenagai sepenuhnya, alias 100 persen menggunakan bahan bakar ramah lingkungan (Sustainable Aviation Fuel/SAF).

Uji coba tersebut mengandalkan pesawat Boeing 747 yang melakukan penerbangan bolak-balik pada 15 Oktober lalu dengan rute Arizona – Texas – Arizona (titik tertinggi 43.000 kaki) dalam waktu 3 jam 54 menit.

Dari empat mesin yang dimiliki pesawat tersebut, Trent 1000 sendiri hanya disematkan dalam salah satu mesin saja, sehingga tiga mesin lainnya merupakan mesin orisinal.

Hal ini dilakukan sebagai antisipasi, apabila pengujian Trent 1000 menggunakan SAF tadi gagal. Apabila skenario buruk itu terjadi, maka masih ada tiga mesin lain yang bisa menopang pesawat untuk terbang.

Menurut Rolls-Royce, pengujian ini sendiri dilakukan untuk membuktikan bahwa Trent 1000 mampu ditenagai sepenuhnya dengan SAF.

Bahkan ke depannya, seluruh pesawat yang ditenagai dengan mesin Rolls-Royce seri Trent diklaim bakal sepenuhnya mendukung SAF pada 2030 mendatang.

“Penerbangan ini adalah contoh lain dari kolaborasi dari seluruh aspek yang terkait, demi memastikan semua solusi teknologi pesawat tersedia untuk memungkinkan pengenalan 100 persen SAF yang mulus ke dalam industri penerbangan,” tutur Director Product Development and Technology Civil Aerospace Rolls-Royce, Simon Burr dalam sebuah pernyataan.

Sebelumnya, industri penerbangan sendiri hanya mengizinkan pesawat dengan mesin Rolls-Royce ditenagai dengan 50 persen bahan bakar SAF, sementara 50 persen lainnya merupakan bahan bakar reguler (avtur).

Adapun rencana Rolls-Royce pada 2030 mendatang untuk mesin seri Trent juga bakal berkesinambungan pada target industri penerbangan global, di mana tak akan ada lagi emisi karbon CO2 (net-zero emission) yang dihasilkan pesawat pada 2050 mendatang.

Advertisement