Asia-Pasifik Butuh 17.600 Pesawat Baru hingga 2040

Pada saat itu, pasar penerbangan Asia-Pasifik akan berkontribusi nyaris 50 persen dari nilai keseluruhan pasar penerbangan secara global.
boeing-asia-pacific-2040-aircraft-forcast
Ilustrasi pesawat Boeing 777X. Boeing.

AVIATREN.com – Boeing memprediksi pasar penerbangan bakal terus tumbuh hingga dua dekade ke depan, meski efek pandemi Covid-19 masih terasa di industri penerbangan.

Bahkan, dalam perkiraan perusahaan yang tercantum di 2021 Commercial Market Outlook, pihak Boeing secara spesifik optimis bahwa pasar penerbangan Asia-Pasifik bakal tumbuh dan memiliki valuasi mencapai 6,8 triliun dolar AS atau sekitar Rp 96.900 triliun pada 2040 mendatang.

Pada saat itu, pasar penerbangan Asia-Pasifik akan berkontribusi nyaris 50 persen dari nilai keseluruhan pasar penerbangan secara global.

Untuk mencapai nilai pasar puluhan ribu triliun rupiah ini, Boeing memperkirakan bahwa pasar Asia-Pasifik membutuhkan sekitar 17.600 pesawat komersil baru, yang secara keseluruhan disebut bernilai 3,1 triliun dolar AS atau sekitar Rp 44.200 triliun.

Sementara itu, sisanya bakal disumbang dari layanan perbaikan dan maintenance pesawat alias after sales untuk pesawat-pesawat yang berada di wilayah Asia-Pasifik, yang diperkirakan mencapai 3,7 triliun dolar AS atau sekitar Rp 52.700 triliun.

Wakil Presiden Boeing Bidang Pemasaran Komersial, Darren Hulst mengatakan bahwa pihaknya optimis pasar Asia-Pasifik bakal berkembang ke angka tersebut, meski mayoritas negara di wilayah tersebut masih dilanda kesulitan akibat Covid-19.

Namun, hal itu bisa diatasi dengan percepatan proses vaksinasi di negara-negara yang berada di Asia-Pasifik, sehingga para maskapai bisa fokus kembali untuk pemulihan bisnis di bidang komersil, begitu juga layanan kargo.

“Kami telah melihat ketahanan yang kuat dalam lalu lintas penerbangan Asia-Pasifik, sesaat setelah pembatasan dicabut dan penumpang merasa yakin untuk bepergian,” kata Darren dalam sebuah pernyataan.

“Operator dengan armada yang efisien dan mudah beradaptasi akan mengambil posisi untuk memenuhi kebutuhan penumpang dan permintaan angkutan udara dengan pesawat yang efisien untuk menghemat biaya operasi,” imbuh Darren.

Permintaan pesawat bertambah

Seiring dengan peningkatan nilai pasar, permintaan pesawat di Asia-Pasifik, menurut Boeing, juga bakal turut meningkat.

Produsen pesawat asal Amerika Serikat ini memperkirakan permintaan pesawat berbadan sempit (narrowbody) di wilayah tersebut bakal meningkat ke angka 13.500 pesanan hingga 2040 mendatang, diikuti dengan pesanan pesawat berbadan lebar (widebody) yang berkisar di angka 3.800 pesanan.

Adapun maraknya maskapai budget (LCC), banyaknya pihak atau maskapai yang bekerja sama, serta aturan-aturan penerbangan terbuka yang memudahkan bisnis maskapai, lanjut Boeing, bisa mendorong meningkatnya permintaan pesawat di wilayah Asia-Pasifik.

Di samping pesanan pesawat, permintaan layanan perbaikan, peningkatan, hingga modifikasi pesawat juga diprediksi bakal meningkat dan berkontribusi terhadap mayoritas nilai pasar untuk layanan penerbangan komersil di Asia-Pasifik pada 2040 mendatang.

Advertisement