AirAsia Minat Beli A321neo Versi Kargo

AirAsia berencana mengubah pesanan 362 unit A321neo mereka, dengan menyertakan varian kargo ke dalam pesanan tersebut.
A321 konversi kargo. (Precision Conversions)

AVIATREN.com – AirAsia Group dikabarkan tengah mengadakan pertemuan dengan produsen pesawat Airbus, terkait ketertarikannya terhadap pesawat kargo (freighter) yang dirancang berdasarkan pesawat penumpang A321neo.

Hal itu disampaikan Pete Chareonwongsak, selaku CEO dari bisnis logistik yang berada di bawah payung AirAsia Group, Teleport dalam sebuah pernyataan baru-baru ini.

AirAsia berencana mengubah pesanan 362 unit A321neo mereka, dengan menyertakan varian kargo ke dalam pesanan tersebut.

“Untuk lebih banyak pasar, kami perlu menjangkau segmen penerbangan jarak jauh dan juga logistik. Produk itu (A321neo versi kargo) merupakan produk yang cukup baik (untuk rencana tersebut),” ujar Chareonwongsak, sebagaimana dilansir Reuters dan dikutip Aviatren, Rabu (3/11/2021).

“Akankah kami menjadi konsumen pada saat peluncuran (A321neo versi kargo)? Kami belum tahu, kita lihat saja nanti,” imbuh Chareonwongsak.

Menurut Chareonwongsak, bisnis logistik sendiri bakal berkembang dalam beberapa tahun ke depan dan AirAsia Group bakal fokus terhadap bisnis tersebut, seiring dengan perkembangan e-commerce.

“Menurut kami Asia Tenggara, apabila kami fokus pada wilayah ini, bisa memenuhi kebutuhan terkait kebutuhan logistik (AirAsia Group),” jelas Chareonwongsak.

Sebelumnya, kabar serupa terkait A321neo versi freighter sendiri sempat dibagikan oleh situs berita penerbangan Leeham News pada Agustus lalu.

Kala itu, Airbus dikabarkan tengah berdiskusi dengan konsumen mereka terkait keberadaan pesawat kargo baru itu.

Terkait kabar ini, juru bicara Airbus sempat mengatakan bahwa pihaknya terus berinovasi untuk mengeluarkan produk terbaru dengan melibatkan semua konsumennya terkait pesawat apa yang mereka butuhkan.

“Banyak sekali riset dan semuanya belum tentu bisa kami wujudkan,” ungkap juru bicara Airbus dalam sebuah pernyataan.

“Informasi merinci terkait diskusi dengan para konsumen kami tentu saja tetap menjadi rahasia perusahaan,” pungkas dia.

Advertisement