Teleport AirAsia Pakai B737-800 K-Mile untuk Antar Barang

Armada pesawat Teleport
Armada pesawat Teleport

AVIATREN.com – Setelah didului rumor, anak perusahaan AirAsia Group yang fokus di bisnis logistik, Teleport akhirnya memiliki armada pesawat sendiri.

Pesawat pertamanya adalah satu unit pesawat kargo Boeing 787-800 yang dioperasikan oleh maskapai kargo K-Mile asal Thailand. Rencananya, jumlah pesawat kargo khusus Teleport ini akan bertambah menjadi enam unit pada 2023 mendatang.

Melalui pesawat kargo yang terpisah dari induknya ini, CEO Teleport, Pete Chareonwongsak mengatakan pihaknya ingin membantu bisnis AirAsia Group dengan menyumbang 25 persen pendapatan dari bisnis logistik dalam jangka panjang.

Target pendapatan tersebut, menurut Chareonwongsak, bisa diraih apabila Teleport fokus menggarap potensi bisnis di pasar Asia Tenggara. Ia pun optimis bisnis logistik bakal berkembang, meski pandemi Covid-19 masih menghantui industri penerbangan.

“Selama lebih dari 18 bulan pandemi, meskipun penumpang tidak bisa bepergian melalui jalur udara, bisnis kami ternyata masih tumbuh lebih cepat daripada masa pra-pandemi,” kata Chareonwongsak dalam sebuah pernyataan.

Selain pasar Asia Tenggara, COO Teleport, Adrian Loretz juga mengatakan pihaknya bakal fokus di pasar lainnya yang memiliki permintaan tinggi, yaitu China.

Gandeng K-Mile Asia

Sekadar informasi, pesawat kargo pertama Teleport tadi didapatkan melalui kemitraan strategis jangka panjang dengan maskapai kargo asal Thailand, K-Mile Asia.

Teleport menggandeng K-Mile Asia karena maskapai tersebut telah memiliki reputasi yang baik di bisnis logistik, terutama di pasar Asia.

“Penting bagi kami untuk bergabung dengan mitra yang kuat seperti K-Mile Asia, seiring dengan kemunculan kami di pasar Asia. Keahlian perusahaan tersebut memungkinkan kami untuk memperpanjang jadwal kargo reguler kami untuk memenuhi permintaan khusus ini ke kota-kota utama di Asia,” kata Loretz dalam sebuah pernyataan.

“Kami sangat senang dapat bermitra dengan Teleport dalam menyediakan lebih banyak rute untuk mengangkut kargo ke berbagai kota di Asia. Kami memperkirakan kemitraan jangka panjang ini bisa mengembangkan industri logistik kami secara bersamaan,” imbuh CEO K-Mile Asia, Kledchai Benjaathonsirikul.

Sekadar informasi, Teleport saat ini memiliki jaringan di 232 kota dan 115 rute, dan dianggap sebagai operator kargo terbesar ketiga di Asia Tenggara berdasarkan kapasitasnya, yaitu dengan armada 252 pesawat.

Seluruh pesawat tersebut berada bawah kemitraan dengan maskapai penerbangan lainnya, termasuk Singapore Airlines, SpiceJet dan IndiGo.

Armada kargonya sendiri, sebelum memisahkan diri, terdiri dari sejumlah pesawat kargo Boeing 737-800 milik maskapai lain, pesawat penumpang AirAsia Group, dan pesawat modifikasi Airbus A320 dengan kursi yang dilepas untuk menambah kapasitas barang yang diangkut.