3 Bulan Dibuka, Belum Ada Penerbangan Internasional ke Bali

Namun bukan berarti tidak ada wisatawan mancanegara di Bali. Sebab, kebanyakan wisman yang tiba di Bali berasal dari Bandara Soetta.
Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

AVIATREN.com – Pemerintah resmi membuka pintu bagi penerbangan internasional tujuan Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali pada Oktober 2021 lalu. 

Meski demikian, belum ada penumpang penerbangan internasional yang masuk ke Bali sejak pembukaan pembatasan tersebut.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Bali, Jamaruli Manihuruk. 

“Sejauh ini belum ada penerbangan internasional reguler yang dijadwalkan ke Bali (sejak perbatasan dibuka),” tutur Jamaruli, dikutip Aviatren dari Coconuts.co, Kamis (20/1/2022). 

“Sehingga, belum ada wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk ke Bali melalui penerbagan internasional langsung (direct) dari negara tujuannya,” imbuh Jamaruli.

Namun, hal itu bukan berarti tidak ada wisatawan mancanegara yang berwisata di Bali. Sebab, Jamaruli mengaku banyak wisman yang mendarat di Bali merupakan penumpang yang berasal dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Artinya, mereka merupakan wisman yang transit di bandara tersebut.

Selain itu, ada juga wisman di Bali yang berasal dari berbagai penjuru daerah, yang masuk ke Bali menggunakan penerbangan pribadi.

Pariwisata Bali terdampak pandemi

Sekadar informasi, Bali merupakan salah satu wilayah tujuan internasional di Indonesia yang merasakan efek pandemi Covid-19.

Sebab, banyak hotel dan destinasi wisata di sana sepi peminat karena pembatasan wilayah yang berlaku, dan berujung pada pendapatan pelaku bisnis wisata di Bali menurun drastis.

Sebagai langkah pemulihan sektor pariwisata, pemerintah mulai membuka penerbangan internasional ke Bali sejak Oktober 2021. 

Namun, pembukaan ini tampaknya belum begitu berpengaruh. Sebab, setelah 10 bulan berjalan, pemerintah melaporkan hanya ada 45 wisman saja yang masuk ke Bali. 

Meski demikian, hal ini terbantu dengan para wisatawan domestik yang berbondong-bondong melakukan perjalanan ke Bali menjelang akhir 2021.

Advertisement