T50i Golden Eagle TNI AU Jatuh di Blora, Pilot Tewas

Pesawat sebelumnya dilaporkan hilang kontak pada pukul 18.24 WIB setelah terbang dari Lanud Iswahyudi untuk latihan night intercept.

AVIATREN.com – Pesawat latih TNI Angkatan Udara (TNI-AU), jenis T-50i Golden Eagle registrasi TT5009 milik Skadron Udara 15, jatuh di desa Nginggil, Blora, Jawa Tengah pada Senin (18/7/2022).

Video yang menunjukkan puing-puing pesawat seperti landing gear dan handle ejection seat terlihat terkubur di lelumpuran. T50i Golden Eagle registrasi TT5009 sendiri diterima TNI AU dari pabrik Korean Aerospace Industries (KAI) pada Desember 2013 lalu.

Sebelumnya, Kepala Penerangan Lanud Iswahjudi, Mayor Sus Yudha Pramono mengonfirmasi bahwa salah satu pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU ada yang hilang kontak. Menurut Yudha, pesawat tersebut dipiloti oleh Lettu Pnb. Allan Safitra Indera.

“Pesawat T50i Golden Eagle Lettu Pnb Allan Safitra Indera W, lost contact dari jam 18.24 WIB,” tulis Yudha dikutip AVIATREN dari Beritajatim.com, Senin (18/7/2022).

Kadispen AU, Marsma TNI Indan Gilang mengonfirmasi jika Lettu Allan meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut, dikutip AVIATREN dari Beritajatim.com, Selasa (19/7/2022).

“Lettu Pnb Allan Safitra Indra Wahyudi, S.T (Han) mengalami kecelakaan saat menjalani latihan terbang malam. Pesawat TT-5009 yang diterbangkan, melakukan kontak radio terakhir pada 19.25 WIB, dan akhirnya dilaporkan jatuh,” kata Marsma Gilang dalam keterangan tertulis.

Lettu Pnb Allan Safitra Indera adalah lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 2015, dan disebut sedang menjalankan latihan Night Tactical Intercept.

Pihak TNI AU kemudian mendapatkan laporan bahwa ada pesawat jatuh di daerah Nginggil, Kecamatan Kradenan, Blora, Jawa Tengah pada pukul 20.39 WIB.

Ini merupakan kecelakaan pesawat T-50i Golden Eagle TNI-AU yang ketiga. Sebelumnya, T50 Golden Eagle TNI AU jatuh saat melakukan atraksi dalam Gebyar Dirgantara di Bandar Udara Adisutjipto, Minggu 20 Desember 2015.

Kecelakaan tersebut menewaskan dua orang pilot TNI-AU, yakni Letkol Pnb Marda Sarjono dan Kapten Pnb Dwi Cahyadi.

Kemudian, pada Agustus 2020, satu lagi pesawat T-50i Golden Eagle mengalami kecelakaan tergelincir di Lanud Iswahjudi, Madiun, Jawa Timur. Letkol Pnb Anumerta Luluk Teguh Prabowo meninggal dalam peristiwa itu.

T-50i Golden Eagle adalah pesawat jet latih single engine, menggunakan mesin General Electric F404-GE-102, dengan kemampuan terbang mencapai 1,5 Mach.

Selain menjadi pesawat latih, T-50i juga bisa digunakan untuk menjalankan peran sebagai pesawat tempur yang ditempatkan di garis depan.

Jika dilihat sekilas tampilan T 50i mirip dengan pesawat F-16, seperti bubble canopy, wing, dan fuselage yang saling menyatu, membuat T-50i sering disebut sebagai “Baby Falcon”.

Bedanya, terdapat dua jet intake di bawah kedua sayap T50i Golden Eagle. Sementara F-16 memiliki satu jet intake di bagian perut pesawat.

Advertisement