Pengiriman Air Force One Baru Molor 17 Bulan

Selain karena pandemi Covid-19, penundaan ini juga disebabkan oleh sejumlah faktor lainnya, seperti pembatalan kontrak.
Render grafis B747-8 Air Force One

AVIATREN.com – Pesawat Air Force One model terbaru disebut bakal dilanda penundaan (delay) selama 17 bulan lamanya. Setidaknya begitu menurut prediksi yang disampaikan Boeing kepada situs Breaking Defense belum lama ini.

Menurut Boeing, penundaan pengiriman pesawat dengan model VC-25B yang bakal mengadopsi pesawat Boeing 747-8 tersebut disebabkan oleh pandemi Covid-19 dan masalah pasokan komponen pesawat yang terhambat.

Penundaan ini juga disebabkan oleh sejumlah faktor lainnya, seperti pembatalan kontrak dengan GDC Technics lantaran perusahaan tersebut telah bangkrut. Seperti dikethaui, GDC Technics sendiri merupakan pihak yang bertugas untuk merancang interior kabin dari Air Force One VC-25B.

Boeing tidak menyebutkan kapan pengembangan pesawat ini bakal rampung dan bakal dikirimkan. Selain itu, Angkatan Udara Amerika Serikat (US Air Force) juga tampaknya belum memberikan respons dan menyetujui, sekaligus memfinalisasi penundaan dan jadwal pengiriman dari pesawat yang ditujukan untuk Presiden AS ini.

Yang jelas, Boeing sendiri nantinya bakal menanggung seluruh beban biaya yang diakibatkan dari penundaan tersebut, di luar biaya pengembangan pesawat senilai 3,9 miliar dolar AS (sekitar Rp 56,1 triliun) yang ditandatangani mantan Presiden AS Donald Trump pada 2018 lalu.

Apa yang baru di Air Force One generasi anyar?

Seperti diwartakan sebelumnya, Air Force One VC-25B bakal menggantikan VC-25A yang telah peroperasi sejak 32 tahun lalu di era Presiden AS George HW Bush.

Selain pembaruan interior kabin yang pastinya bakal mewah, pesawat Air Force One generasi terbaru ini konon juga bakal dibekali dengan empan mesin pesawat berteknologi GEnx, memungkinkan pesawat tetap hemat bahan bakar ketika terdeteksi adanya malfungsi sistem atau mesin.

Ada pula kehadiran teknologi yang disebut bisa melindungi pesawat dari berbagai rudal yang membidiknya, teknologi komunikasi canggih, dan aneka teknologi modern lainnya yang bisa membantu presiden AS ketika terbang menggunakan pesawat tersebut, sebagaimana dihimpun Aviatren dari SimpleFlying, Selasa (8/3/2022).

Advertisement