Embraer Konversi E190 dan E195 Jadi Pesawat Kargo

Kapasitas E195F dan E190F 50 persen lebih unggul dibanding pesawat kargo turboprop, dan lebih hemat 30 persen dibanding kargo narrowbody.
E-Jets Freighter E195F.

AVIATREN.com – Produsen pesawat Embraer meluncurkan program konversi pesawat penumpang ke pesawat kargo (Passenger to Freight Conversion/P2F) untuk tipe pesawat jet E190F dan E195F.

President & CEO Embraer Commercial Aviation, Arjan Meijer mengatakan program P2F ini dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan di segmen kargo dan e-commerce yang saat ini sedang meningkat dan membutuhkan perpindahan kargo dan pengiriman yang cukup gesit.

“Program konversi pesawat P2F terbaru kami sangat cocok untuk mengisi celah di segmen kargo yang dilayani pesawat turboprop dan pesawat jet berbadan sempit (narrowbody),” jelas Arjan dalam keterangan resmi yang diterima Aviatren, Rabu (9/3/2022).

Menurut Embraer, pesawat jet P2F mereka ini nantinya bakal lebih unggul 50 persen di segi kapasitas dibanding pesawat kargo jenis turboprop, serta 30 persen lebih hemat biaya operasional dibandng pesawat kargo jenis narrowbody.

Terkait kapasitasnya sendiri, Embraer mengklaim E190F memiliki payload hingga 10.700 kg, sedangkan E195F memiliki payload lebih besar hingga 12.300 kg.

Embraer melanjutkan, konversi P2F penuh untuk E190 dan E195 bakal tersedia bagi seluruh konsumen yang memiliki pesawat tersebut.

Nantinya, konversi P2F E190 dan E195 ini bakal dilakukan di pabrik Embraer di Brasil, dan kedua tipe pesawat kargo ini diperkirakan bakal terjun ke pasar kargo komersil untuk pertama kalinya pada awal 2024 mendatang.

Ke depannya, Embraer memprediksi bahwa akan ada sekitar 700 pesawat hasil konversi P2F model E190 dan E195 dalam 20 tahun ke depan.

Advertisement