Terminal 1A Bandara Soetta Diaktifkan Lagi Awal April

Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta
Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta

AVIATREN.com – Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta akan diaktifkan kembali pada awal April, seiring dengan peningkatan jumlah penumpang pesawat menjelang Ramadhan dan Lebaran.

Adapun Terminal 1A sebelumnya digunakan oleh sejumlah maskapai lokal penerbangan domestik, seperti Lion Air, Super Air Jet, AirAsia, hingga Airfast. Terminal 1A sebelumnya sempat tidak beroperasi akibat pandemi Covid-19.

“Karena kami menyadari dalam waktu dekat akan ketemu event yang pasti paling tinggi grafiknya, ada arus mudik dan balik Lebaran. Jadi kami akan segera mengaktifkan kembali Terminal 1A,” ujar Executive General Manger Bandara Soekarno Hatta Agus Haryadi dikutip AVIATREN dari Tempo.co, Senin (28/3/2022).

Tak hanya maskapai domestik, Terminal 1A sempat melayani penerbangan internasional pada 2019. Maskapai yang mendarat di terminal ini ialah China Airlines, Etihad, dan Federal Express.

Agus memastikan saat ini bandara sudah membuka kembali gerbang penerbangan internasional sehingga pengoperasian terminal akan lebih optimal.

Selain Terminal 1A, secara bertahap bandara utama yang berlokasi di Cengkareng tersebut bakal mengaktifkan Terminal 1B. Terminal 1B menampung pergerakan pesawat Lion Air Group, Express Air, Trans Nusa, dan Trigana Air.

Rencana pembukaan terminal tersebut mengacu pada data pergerakan harian Bandara Soekarno-Hatta. Agus mencatat jumlah penumpang selama 15 hari terakhir melejit.

Lonjakan hingga 100 persen terjadi setelah pemerintah menghapus ketentuan syarat tes RT-PCR dan Antigen bagi penumpang rute domestik serta melonggarkan aturan karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri.

Berdasarkan data, kata Agus, total pergerakan penumpang di bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II (Persero) tersebut kini telah menembus 115 ribu orang per hari. Sedangkan pergerakan pesawat telah mencapai 65 persen dibandingkan trafik harian pada 2019.

“Memang secara frekuensi belum normal benar. Kalau normal itu gambarannya 180-200 ribu orang per hari,” ucap Agus.

Advertisement