Diembargo, Rusia Bakal Genjot Produksi Tupolev Tu-214

Dengan adanya rencana baru ini, produksi Tu-214 nantinya ditargetkan bakal mencapai 10 unit pesawat per tahunnya.
Tupolev Tu-214

AVIATREN.com – Pemerintah Rusia, melalui perusahaan pembuat pesawat United Aircraft Corporation (UAC) berencana untuk menghidupkan kembali program produksi pesawat Tupolev Tu-214 versi komersil.

Menurut Deputi Perdana Menteri Rusia Yuri Borisov, hal itu dilakukan untuk memperbanyak pesawat yang ada di Rusia dan memenuhi kebutuhan perjalanan dan kapasitas penumpang di sana.

Seperti diketahui, berbagai produsen pesawat macam Boeing hingga Airbus telah menyetop pengiriman komponen dan layanan perbaikan pesawat ke Rusia sebagai sanski lantaran mereka telah menginvasi Ukraina.

Hal ini kemudian berpotensi menimbulkan kelangkaan pesawat yang tidak bisa memenuhi permintaan atau kapasitas penumpang yang ada, mengingat pesawat memerlukan komponen atau perbaikan berkala untuk bisa terbang dengan optimal.

Borisov mengatakan bahwa Tu-214 sebenarnya sudah diproduksi untuk berbagai misi spesial untuk pemerintah Rusia, namun jumlahnya sangat sedikit. Dengan adanya rencana baru ini, produksi Tu-214 nantinya ditargetkan bakal mencapai 10 unit pesawat per tahunnya.

“Hal ini kami lakukan untuk memulihkan produksi pesawat bikinan dalam negeri ke kapasitas yang telah ditentukan, sehingga kami tidak mengalami banyak masalah di bidang transportasi, terutama terkait perjalanan masyarakat Rusia di luar dan dalam negeri,” jelas Borisov dalam kunjungannya ke pabrik UAC di kota Kazan, Rusia, dikutip Aviatren dari FlightGlobal, Kamis (31/3/2022).

Pabrik UAC mampu produksi banyak Tu-214

Terkait permintaan Borisov, General Director UAC, Yuri Sluysar memastikan bahwa pabrik UAC yang berada di kota Kazan memiliki kapasitas yang mumpuni untuk memproduksi Tu-214 versi komersil ke jumlah yang diinginkan pemerintah.

“Kami saat ini belum menyetop produksi Tu-214, dan saat ini kami sangat siap untuk memenuhi tugas baru yang dibutuhkan oleh pemerintah,” tutur Sluysar ketika kunjungan Borisov ke pabrik Kazan.

Meski demikian, hal itu dihambat oleh satu masalah, yaitu kurangnya personil atau karyawan di pabrik Kazan.

Sluysar sendiri sempat mengaku bahwa pencarian karyawan baru cukup sulit dan pihaknya mengalami banyak masalah “serius” terkait proses rekrutmen karyawan.

Tidak disebutkan bagaimana strategi UAC untuk mencari karyawan baru demi menunjang penambahan produksi Tu-214.

Yang jelas, jika kekurangan karyawan ini tidak bisa diatasi, maka penambahan produksi Tu-214 kemungkinan juga tak bisa terpenuhi.

Advertisement