Operator Sukhoi Superjet 100 Bakal Dipaksa Grounded Pesawat Mereka

SSJ100 harus di-grounded lantaran mesin pesawat turbofan SaM146 perlu mendapatkan perbaikan secara berkala dari pabrikan mesinnya.
Sukhoi Superjet 100 IrAero.

AVIATREN.com – Sejumlah maskapai asal Rusia yang memiliki armada pesawat Sukhoi Superjet 100 dikabarkan harus mengurung (grounded) pesawat dengan tipe SSJ100 tersebut.

Hal ini mencuat berkat sebuah surat yang dikirimkan maskapai IrAero kepad regulator penerbangan di Rusia.

Menurut IrAero, maskapai yang memiliki Sukhoi SSJ100, termasuk mereka sendiri, bakal terpaksa meng-grounded pesawat tersebut lantaran mesin pesawat ini, yaitu SaM146 turbofan perlu mendapatkan perbaikan secara berkala dari pembuat mesinnya.

Perbaikan ini konon terancam tidak bisa dilakukan setidaknya hingga akhir 2022 mendatang, sehingga pesawat terpaksa harus di-grounded. Sebab, mesin pesawat diketahui memang harus dirawat secara berkala demi melancarkan operasional penerbangan.

Adapun perbaikan mesin SSJ100 akan terhambat lantaran pembuat SaM146, yaitu PowerJet merupakan salah satu perusahaan yang mengatakan bahwa mereka telah menangguhkan layanan perawatan dan perbaikan mesin buatannya untuk sementara waktu sejak akhir Maret lalu.

Penangguhan layanan perbaikan ini sendiri dipicu oleh sanksi internasional yang dijatuhkan sejumlah perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat dan Eropa, sebagai efek dari invasi Rusia ke Ukraina. Adapun PowerJet sendiri merupakan perusahaan asal Perancis yang bekerja sama dengan perusahaan asal Rusia.

Saat ini, ada sejumlah maskapai besar yang memiliki armada SSJ100 mencakup Aeroflot, Rossiya, Azimuth, Red Wings Airlines, Yamal Airlines, Seversal Aircompany, Yakutia Airlines, Gazpromavia, dan Comlux KZ, di samping IrAero tadi.

Adapun kekhawatiran IrAero terhadap SSJ100 yang terpaksa harus di-grounded tadi muncul karena mayoritas armada mereka memang berisi pesawat Sukhoi, terdiri dari dua unit SSJ100 dan lima unit SSJ100LR.

Dengan adanya kekhawatiran ini, industri penerbangan Rusia tampaknya semakin tertekan, terutama setelah Airbus dan Boeing mengatakan bahwa pihaknya menghentikan segala layanan perbaikan dan perawatan pesawat bikinan mereka di Rusia.

Sebagai respons, Rusia belakangan mengizinkan para maskapainya untuk mengambil alih pesawat-pesawat yang berasal dari perusahaan lessor asing untuk melayani penerbangan domestik.

Selain itu, Rusia juga memutuskan untuk menghidupkan kembali program pesawat domestik, seperti Ilyushin Il-96 dan Tupolev Tu-214, serta mengoptimalkan program Sukhoi Superjet 100, sebagaimana dirangkum Aviatren dari Aerotime.Aero, Sabtu (30/4/2022).

Terkait SSJ100 sendiri, saat ini ada sekitar 150 Sukhoi Superjet 100 yang beroperasi di Rusia yang mayoritas dimiliki Aeroflot, serta dua anak perusahaannya yaitu Rossiya dan Red Wings.

Advertisement