AVIATREN.com – Produsen pesawat regional asal Perancis-Italia, ATR, mengumumkan perolehan pesanan baru dalam ajang Singapore Airshow yang digelar pada 3–8 Februari 2026.
Pesanan tersebut datang dari maskapai Malaysia, AirBorneo, yang menandatangani kontrak pembelian delapan pesawat turboprop, terdiri dari lima unit ATR 72-600 dan tiga unit ATR 42-600.
Selain delapan unit yang dipesan secara firm order, AirBorneo juga memiliki hak pembelian untuk empat pesawat tambahan. Pengiriman armada baru dijadwalkan berlangsung bertahap mulai 2027 hingga 2029.
Kesepakatan ini menjadi salah satu transaksi komersial yang menonjol di hari-hari awal Singapore Airshow 2026, di tengah relatif terbatasnya pengumuman pesanan pesawat jet berbadan sempit maupun lebar.
Bagi ATR, kontrak ini mempertegas relevansi pesawat turboprop di pasar regional, khususnya di kawasan Asia-Pasifik yang memiliki karakter rute jarak pendek, kepulauan, serta bandara dengan infrastruktur terbatas.
ATR 72-600 merupakan varian terbesar dalam keluarga ATR dengan kapasitas sekitar 70 penumpang, sedangkan ATR 42-600 dirancang untuk melayani rute dengan permintaan lebih kecil dan landasan yang lebih pendek.
Fokus Asia-Pasifik
ATR sebelumnya menyebut kawasan Asia-Pasifik sebagai salah satu pasar prioritas dengan potensi pertumbuhan signifikan untuk pesawat regional. Pertumbuhan ekonomi, kebutuhan konektivitas antarpulau, serta pengembangan rute sekunder menjadi pendorong utama permintaan di wilayah ini.
Pesanan dari AirBorneo menambah daftar operator di Asia Tenggara yang mengandalkan turboprop untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menjaga keterjangkauan tarif di rute-rute perintis.
Dengan tambahan kontrak ini, ATR menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain utama di segmen pesawat regional, sekaligus menunjukkan bahwa pasar turboprop masih memiliki prospek jangka panjang di tengah dominasi pesawat jet pada rute utama.
