Ilustrasi Garuda Indonesia (Reuters)

AVIATREN.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno meminta Garuda Indonesia menutup rute-rute yang dianggap merugikan. Langkah itu merupakan strategi untuk mengatasi kerugian yang dialami BUMN, salah satunya Garuda Indonesia.

Rini mengatakan,  telah meminta manajemen Garuda Indonesia untuk melakukan tinjauan khusus dan strategi jangka panjang serta jangka pendek.

Salah satunya hal yang mesti ditinjau adalah soal rute-rute yang diterbangi Garuda Indonesia, baik domestik maupun internasional. Jika setelah ditinjau ternyata rute tertentu menjadi penyebab kerugian, maka sebaiknya segera ditutup oleh Garuda Indonesia.

“Misalnya untuk Garuda, saya minta untuk melihat lagi rute-rute rugi yang mereka terbangi. Harus lihat seberapa penting rute itu,” kata Rini dikutip AVIATREN dari KOMPAS.com, Jumat (22/12/2017).

Sementara soal strategi menurut Rini, ada baiknya Garuda Indonesia mengkaji ulang apakah lebih fokus ke domestik dan tidak terlalu besar ke internasional, atau memilih internasional dengan fokus ke Asia.

“Ini yang saya minta detailnya. Kami minta Garuda Indonesia menyampaikan study detail-nya dalam enam minggu atau pada Februari 2018,” ucap Rini.

Untuk diketahui, secara tahunan, kinerja keuangan (year on year) maskapai plat merah ini masih mengalami kerugian hingga kuartal III 2017 sebesar 222,04 juta dollar AS atau sekitar Rp 3 triliun.