Garuda Indonesia Tambah Frekuensi Penerbangan ke Perth, Ini Jadwalnya

A330 Garuda Indonesia (Airbus)

AVIATREN.com - Maskapai Garuda Indonesia mulai 4 Mei 2018 menambah frekuensi penerbangannya dari Jakarta ke Perth, dari empat kali menjadi lima kali per minggu. Penambahan frekuensi ini dimaksudkan untuk mengakomodir permintaan pasar yang semakin meningkat di antara dua kota.

Frekuensi tambahan penerbangan Jakarta – Perth tersebut dioperasikan setiap hari Jumat dengan keberangkatan dari Jakarta pukul 10.25 WIB dan tiba di Perth pada pukul 16.00, kemudian berangkat kembali dari Perth pada pukul 17.40 LT (local time)  dan tiba di Jakarta pada pukul 21.35 WIB.

Saat ini Garuda Indonesia telah melayani sebanyak 35 penerbangan dari Indonesia ke Australia meliputi Jakarta – Melbourne vv (4x seminggu), Jakarta – Sydney vv (5x seminggu), Jakarta – Perth (4x seminggu), Denpasar – Perth (7x seminggu), Denpasar – Sydney (7x seminggu) dan Denpasar – Melbourne vv (8x seminggu).

Seluruh penerbangan tersebut dilayani menggunakan pesawat Airbus 330-200/300 yang berkapasitas sebanyak 287 tempat duduk, kecuali Jakarta – Perth vv saat ini menggunakan pesawat Boeing 737-800 NG dengan kapasitas 162 tempat duduk.

Peningkatan frekuensi penerbangan tersebut juga sebagai bentuk dukungan Garuda Indonesia atas peningkatan industri pariwisata Indonesia, khususnya mempermudah wisatawan Australia dari Perth untuk terbang ke Jakarta dan selanjutnya ke wilayah domestik lainnya melalui kepastian ketersediaan seat.

Direktur Kargo Garuda Indonesia, Sigit Muhartono yang juga membawahi pengembangan rute internasional Garuda Indonesia mengatakan bahwa penambahan frekuensi penerbangan Jakarta – Perth tersebut merupakan upaya Garuda Indonesia untuk turut mendorong pertumbuhan pariwisata Indonesia khususnya 10 destinasi prioritas yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Australia menjadi salah satu pasar yang terus tumbuh dan potensial bagi Garuda Indonesia. Kedekatan Indonesia dan Australia – terlebih Perth - membuat banyaknya pengguna jasa di antara kedua negara untuk berkunjung ke Indonesia baik untuk keperluan bisnis, wisata, pendidikan maupun kesehatan”, tambah Sigit dalam keterangan tertulis yang diterima AVIATREN, Jumat (2/2/2018)..

 

Advertisement