AIRPORT PHUKET, PHUKET, THAILAND – 2018/03/20: Silk Air Boeing 737-800 MAX landing at Phuket airport. (Photo by Fabrizio Gandolfo/SOPA Images/LightRocket via Getty Images)

AVIATREN.com – Australia memberi izin maskapai SilkAir dari Singapore Airlines Ltd. untuk menyimpan enam pesawat Boeing Co. 737 Max di negara itu, karena larangan terbang terus berlanjut akibat dua kecelakaan mematikan dalam 12 bulan terakhir.

SilkAir telah menyusun rencana penerbangan, dan pesawat pertama direncanakan tiba di Alice Springs, Australia Tengah, pada Senin ini, menurut jubir Otoritas Keselamatan Penerbangan Sipil pemerintah Australia, Peter Gibson.

Pesawat akan diterbangkan oleh pilot Boeing berpengalaman dengan “riwayat penerbangan yang terbukti tidak melakukan MCAS,” kata Gibson, merujuk pada Sistem Augmentasi Karakteristik Manuver (MCAS) terkait kecelakaan di Indonesia dan Ethiopia yang menewaskan 346 orang.

Dikutip AVIATREN dari Times.com, Snein (30/9/2019), pilot juga menerima pelatihan dalam tindakan pemulihan jika terjadi peristiwa terkait MCAS, kata Gibson.

Masih belum jelas kapan B737 Max akan melanjutkan penerbangan karena penyelidikan oleh para ahli di seluruh dunia sedang berlangsung.

Di California, biaya penyimpanan pesawat B737 MAX mencapai sekitar 2.000 dollar AS (Rp 28 juta) per bulan untuk sebuah pesawat, menurut seorang veteran industri.