Penumpang Garuda Indonesia Turun 40 Persen

Ilustrasi Garuda Indonesia (Reuters)

AVIATREN.com – Jumlah penumpang maskapai Garuda Indonesia mengalami penurunan di tengah wabah Covid-19 yang melanda Indonesia, akibat penyebaran virus Corona.

Besaran penurunan penumpang Garuda Indonesia menurut Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mencapai 40 persen, dibandingkan dengan hari biasa.

“Ini karena melihat kondisi bisnis dan masyarakat yang dalam kondisi ini, sangat tak menentu untuk berpergian,” ujar Irfan seperti dikutip AVIATREN dari Bisnis.com, Senin (6/4/2020).

Karena penurunan jumlah penumpang itu, Garuda Indonesia pun memangkas frekuensi penerbangan rute domestik dan internasional.

Sebelumnya, beberapa maskapai di Indonesia sudah menghentikan operasionalnya, seperti AirAsia Indonesia yang menghentikan penerbangan rute domestik sejak 1 April lalu, hingga 21 April mendatang. Sedangkan penerbangan rute internasional dihentikan hingga 17 Mei 2020.

Garuda Indonesia sendiri menurut Irfan tidak akan menyetop operasional maskapainya, kecuali ada larangan dari pemerintah dalam negeri, regional, dan negara internasional yang dituju.

“Bila tidak beroperasi, justru akan menjadi persoalan apabila masyarakat yang memiliki kepentingan darurat tidak bisa dilayani,” ujar Irfan.

Karena mengurangi frekuensi penerbangan, maka Garuda Indonesia pun meng-grounded 30 pesawat yang ada di armadanya. Jumlah itu setara dengan 21,5 persen dari total pesawat yang dioperasikan oleh Garuda Indonesia.

“Frekuensi (penerbangan) kami kurangi. (Grounded) sudah ada 30 unit pesawat sekitar itu, (untuk) Garuda saja,” kata Irfan Senin, 30 Maret 2020.

Garuda Indonesia sendiri saat ini memiliki 201 unit pesawat. Perinciannya, Garuda Indonesia mengoperasikan 139 unit pesawat, sedangkan 62 unit sisanya dioperasikan oleh Citilink Indonesia.

Irfan memastikan belum ada pengurangan untuk rute domestik dalam rangka efisiensi. Adapun, pemangkasan rute penerbangan hanya dilakukan untuk penerbangan internasional di sejumlah negara untuk mencegah penyebaran virus corona.

Advertisement