Boeing 737 Vs Airbus A320, Mana yang Banyak Dipesan?

Boeng 737 MAX

AVIATREN.com – Boeing dan Airbus merupakan dua produsen pesawat raksasa di dunia. Keduanya pun kini memiliki sejumlah pesawat yang menyasar segmen sama dan berkompetisi di pasar tersebut untuk saling berebut konsumen.

Salah satunya adalah 737 dari Boeing dan A320 dari Airbus. Kedua seri pesawat tersebut sama-sama menyasar segmen pesawat berbadan sempit (narrowbody) dan bermesin dua (twin jet) yang populer di kalangan maskapai penerbangan selama beberapa tahun terakhir.

Meski demikian, Boeing 737 diluncurkan dan diproduksi lebih awal pada 1967 silam, sementara Aibus A320 baru masuk ke pasar dan diproduksi sekitar tahun 1988.

Sejak awal kemunculannya, “keluarga” pesawat 737 dan A320 terus diperbarui dengan berbagai model dan teknologi pesawat.

Boeing 737, misalnya, memiliki seri Next-Generation dan MAX, sedangkan Airbus A320 memiliki seri A318, A319, A320, hingga A321. Lantas, berapa total pesanan kedua seri pesawat tersebut hingga kini? Siapa terbanyak?

Berdasarkan data Boeing, sudah ada sekitar 10.600 pesawat 737 yang telah berhasil dikirimkan ke para pemesannya, di mana pesawat ke-10.000 dikirimkan ke Southwest Airlines pada Maret 2018.

A320neo ke-50 Airbus dikirim untuk Citilink.

Sementara itu, berdasarkan data Airbus, sudah ada sekitar 10.000 pesawat A320 yang telah berhasil dikirimkan ke para pemesannya, di mana pesawat ke-10.000 dikirimkan ke MEA pada Oktober 2020.

Artinya, Boeing unggul dalam hal pengiriman pesawat dibanding Airbus, dengan selisih sekitar 600 pesanan pesawat.

Ini juga menandakan bahwa Airbus semakin gencar untuk berkompetisi dengan Boeing.

Sebab, 737 sejatinya diproduksi lebih dulu dibanding A320, sehingga strategi Airbus untuk mengejar dan berkompetisi head-to-head dengan Boeing bisa dibilang cukup berhasil.

Namun dalam hal backlog (pesanan yang belum dikieim), Airbus lebih unggul dari Boeing. Pabrikan pesawat Eropa itu punya lebih banyak pesanan A320 yang masih belum selesai, yaitu mencapai 5.695 unit. Sementara Boeing sendiri memiliki backlog 4.076 pesanan 737 yang belum dikirimkan.

Dengan cepatnya Airbus mengejar, maka Boeing bisa dibilang memiliki “pekerjaan rumah” yang cukup berat.

Salah satu yang bisa dilakukan tentunya adalah menghadirkan pesawat lain yang bisa lebih unggul dibanding pesawat yang ditawarkan Airbus.