Hindari Rusia, Cathay Pacific Bakal Cetak Rekor Penerbangan Komersil Terpanjang di Dunia

Cathay Pacific

AVIATREN.com – Maskapai Cathay Pacific berencana mengoperasikan penerbangan komersil dengan rute terpanjang di dunia dalam waktu dekat.

Bukan jarak terpanjang jika ditarik secara garis lurus, rute tersebut merupakan penambahan jarak dan durasi penerbangan dari rute internasional yang sudah ada, yaitu rute New York (Bandara Internasional John F. Kennedy) – Hong Kong (Bandara Internasional Hong Kong). 

Adapun penambahan jarak tersebut melibatkan rute memutar untuk menghindari wilayah udara Rusia yang dinilai sedang tidak aman, lantaran negara tersebut tengah melakukan aksi militernya kepada Ukraina. 

Bebarapa wilayah yang akan dilalui penerbangan Cathay Pacific tersebut mencakup Samudera Atlantik, Inggris, Eropa Selatan, dan Asia Tengah. Biasanya, penerbangan dari Amerika Serikat ini bakal melintasi Rusia untuk sampai ke Hong Kong. 

Menurut Cathay Pacific, rute memutar melalui Samudera Atlantik ini lebih efisien dibanding rute memutar melalui Samudera Pasifik. Sebab, penerbangan bisa lebih hemat lantaran bakal mengandalkan tailwind atau angin yang searah dengan destinasi pesawat.

“Opsi penerbangan melalui Atlantik bakal mengandalkan tailwind atau angin musiman yang cukup kuat dan bisa membuat waktu tempuh berkisar di angka 16-17 jam. Ini yang membuat kami memilih rute Atlantik dibanding rute Pasifik,” ujar juru bicara Cathay Pacific, dikutip Aviatren dari ExecutiveTraveller, Selasa (29/3/2022). 

Berdasarkan berbagai laporan, jarak tempuh penerbangan Cathay Pacific komersil terpanjang di dunia yang mengandalkan pesawat Airbus A350-1000 tersebut bakal berkisar di angka 16.618 km dengan waktu tempuh sekitar 17 jam. 

Angka tersebut lebih tinggi dibanding rekor rute penerbangan terjauh yang dimiliki Singapore Airlines, yaitu rute Singapura (Bandara Internasional Changi) – New York (Bandara Internasional John F. Kennedy) yang memiliki jarak tempuh sekitar 15.349 km dan waktu tempuh sekitar 17 jam 30 menit.

Saat ini, Cathay Pacific sendiri mengatakan pihaknya akan terus memantau kekuatan tailwind secara berkala, serta tengah berupaya mendapatkan sejumlah perizinan untuk terbang di langit udara yang mereka hendak lewati.