Pilot British Airways Ketahuan Bohong soal Jam Terbang saat Melamar Pekerjaan

Airbus A320 British Airways.

AVIATREN.com – Seorang pilot CityFlyer, anak maskapai dari British Airways ketahuan telah memalsukan riwayat pekerjaan alias curriculum vitae (CV) hanya untuk sekadar mendapatkan pekerjaan di maskapai asal Inggris tersebut.

Hal tersebut diketahui dalam putusan pengadilan Snaresbrook Crown Court, London, Inggris pada Senin (28/3/2022) waktu setempat.

Dalam proses pengadilan, sang pilot yang bernama Craig Butfoy mengaku bahwa ia sempat berbohong dan mengisi sejumlah pengalaman yang sebenarnya ia tidak miliki ke dalam CV-nya, memanipulasi daftar penerbangan yang pernah ia jalani, dan memalsukan informasi pendukung lainnya.

Akibatnya Butfoy kena bui dan divonis 12 bulan penjara, lantaran ia terbukti bersalah atas empat tuduhan pemalsuan, serta dua kasus pelanggaran Perintah Navigasi Udara (Air Navigation Order) 2016 sebagai hasil dari proses pengadilan yang sebelumnya sempat ia jalani.

Menurut otoritas penerbangan sipil Inggris (CAA), vonis yang dijatuhkan pada pria berumur 49 tahun tersebut merupakan bentuk nyata bahwa hal-hal seperti pemalsuan pengalaman pilot bisa dianggap serius oleh pengadilan dan otoritas penerbangan setempat.

“Integritas (kejujuran) pilot adalah inti dari keselamatan penerbangan, dan kami akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mempertahankan posisi dan predikat tersebut,” tulis CAA, dikutip Aviatren dari TheTimes.co.uk, Senin (3/4/2022).

Meski terbukti berbohong, British Airways mengatakan pihaknya tidak menemukan ada masalah atau risiko keselamatan di pesawat-pesawat yang pernah diterbangkan oleh Butfoy.

Terkait kemampuan terbang Butfoy, British Airways sendiri mengaku bahwa ia merupakan pilot yang cukup andal. Namun saat ini, ia sudah dinonaktifkan sebagai pilot CityFlyer mengingat proses penyidikan dan hukum yang tengah dijalaninya.

“Keselamatan para penumpang dan awak kabin adalah prioritas kami. Adapun pilot tersebut (Butfoy) saat ini kami tangguhkan sepenuhnya, sesaat setelah adanya kecurigaan dan penyelidikan terhadap pengalaman pilot tersebut,” jelas British Airways.

Sebelum bekerja di CityFlyer, Butfoy sendiri merupakan mantan pilot dari maskapai asal Irlandia, Stobart Air antara April 2016 dan Maret 2018. Maskapai ini bangkrut pada Juni tahun lalu karena masalah finansial yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19.