TNI-AU “Grounded” Sementara Pesawat T-50i Golden Eagle

Keputusan tidak menerbangkan sementara pesawat T-50i Golden Eagle itu diambil demi keselamatan, sembari proses investigasi berlangsung.

AVIATREN.com – TNI-AU meng-grounded pesawat latih temput T-50i Golden Eagle buatan Korean Aerospace Industries, menyusul kecelakaan yang terjadi pada pesawat dengan nomor seri TT-5009 di Blora, Senin (18/7/2022).

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengatakan keputusan untuk tidak menerbangkan sementara pesawat T-50i Golden Eagle itu diambil demi keselamatan, sembari menunggu proses investigasi yang tengah berlangsung, untuk mengetahui penyebab kecelakaan.

Penyelidikan ini dilakukan secara bersama-sama antara TNI-AU, KAI (Korean Aerospace Industries), dan Lockheed Martin, pabrikan AS yang mendapatkan kontrak pemasaran pesawat tempur buatan Korea ini.

“Saya juga sudah komunikasi dengan Kasau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo dan jajaran TNI AU,” kata Andika dikutip AVIATREN dari Tempo.co, Sabtu (23/7/2022).

“Jadi, penyebab ini kan kemungkinannya ada human error, kemudian ada juga aircraft-nya, ada juga manajemen, dan ada juga media atau weather atau cuaca. Ini yang sedang kami teliti,” ujar Andika Perkasa.

Dia juga menyoroti perbedaan manuver pesawat T-50i Golden Eagle TNI AU yang jatuh di Blora, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu, dengan insiden sebelumnya yang juga merenggut nyawa awak T-50i Golden Eagle TNI AU.

Dari sisi manuver, lanjutnya, kedua insiden tersebut memiliki tingkat kesulitan yang berbeda. Ia mengatakan manuver pesawat dalam insiden sebelumnya sangat sulit.

“Tapi, kemarin ini sebetulnya tidak ada dalam segi manuver pesawat, memang dalam posisi turning dari outbound kemudian ke inbound. Dari jauh kemudian mendekati kembali, tetapi dalam latihan malam hari itu memang bukan seharusnya gerakan yang terlalu dikhawatirkan,” ujarnya.

Kecelakaan pesawat T-50i Golden Eagle di Blora pada Senin lalu mengakibatkan gugurnya pilot penerbang TNI-AU, Kapten (Anumerta) Pnb Allan Safitra Indra Wahyudi.

T-50i Golden Eagle adalah pesawat jet latih single engine, menggunakan mesin General Electric F404-GE-102, dengan kemampuan terbang mencapai 1,5 Mach.

Selain menjadi pesawat latih, T-50i juga bisa digunakan untuk menjalankan peran sebagai pesawat tempur yang ditempatkan di garis depan.

Jika dilihat sekilas tampilan T 50i mirip dengan pesawat F-16, seperti bubble canopy, wing, dan fuselage yang saling menyatu, membuat T-50i sering disebut sebagai “Baby Falcon”.

Bedanya, terdapat dua jet intake di bawah kedua sayap T50i Golden Eagle. Sementara F-16 memiliki satu jet intake di bagian perut pesawat.

Advertisement