Unjuk Rasa Puluhan Mantan Pramugari Alitalia Lepas Seragam

Mantan pramugari Alitalia yang protes buka baju
Aksi yang hanya menyisakan pakaian dalam tersebut dipicu oleh ketidakadilan yang diterapkan oleh manajemen Alitalia yang baru.
Mantan pramugari Alitalia yang protes buka baju
Mantan pramugari Alitalia yang protes buka baju

AVIATREN.com – Sekitar 50 mantan pramugari maskapai penerbangan nasional asal Italia, Alitalia melakukan unjuk rasa dengan melepas seragam/buka baju massal pada Rabu (20/10/2021) waktu setempat.

Aksi yang hanya menyisakan pakaian dalam tersebut dipicu oleh ketidakadilan yang diterapkan oleh manajemen Alitalia yang baru, yang kini berganti nama menjadi maskapai ITA Airways.

Sebelumnya, serikat pekerja di sana berjanji bahwa seluruh mantan karyawan Alitalia bakal dipekerjakan di ITA Airways dengan penyesuaian gaji.

Namun sehari setelah operasional Alitalia resmi disetop pada 14 Oktober lalu, pihak ITA Airways ternyata hanya mempekerjakan sekitar 2.800 karyawan Alitalia, dari total 11.000 karyawan, sehingga ribuan karyawan lainnya kini menganggur.

Sebelum melakukan demonstrasi buka baju massal, para mantan pramugari itu sendiri berbaris rapi di sekitar area Capitoline Hill, Roma, Italia.

Mereka lantas melepas seragam/membuka baju seragamnya, begitu juga aksesori pramugari dan sepatu high-heels yang dikenakannya, secara perlahan.

Pada akhir aksi, mereka kemudian kompak berteriak “We are Alitalia!” sebagai aksi simbolis untuk menolak perlakuan manajemen ITA Airways.

Menurut juru bicara para mantan pegawai Alitalia yang melakukan protes, aksi ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas untuk rekan-rekan kerja mereka yang disebut telah “dipaksa” mendandatangani kontrak perusahaan yang dinilai menurunkan derajat dan harga diri para karyawan.

Saat ini, para pemimpin serikat kerja di Italia kabarnya telah mendesak pemerintah untuk memperpanjang benefit yang bakal didapatkan para pengangguran di Italia, setidaknya hingga lima tahun ke depan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan mereka yang menganggur.

Advertisement