AVIATREN.com – Pemerintah resmi memutuskan penggabungan Pelita Air ke dalam grup Garuda Indonesia sebagai bagian dari konsolidasi maskapai BUMN. Proses integrasi tersebut ditargetkan rampung pada kuartal I 2026 (akhir Maret 2026).
Chief Operating Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Dony Oskaria, mengatakan dalam struktur baru nanti Garuda akan menjadi induk (holding) yang membawahi Pelita Air dan Citilink.
“Proses penggabungan ditargetkan selesai kuartal I/2026 (Maret 2026). Garuda akan menjadi induk, sementara di bawahnya ada Citilink dan Pelita Air,” ujar Dony.
Perkuat ekosistem maskapai BUMN
Menurut Dony, langkah ini dilakukan dengan prinsip kehati-hatian agar persoalan bisnis masing-masing entitas dapat dipisahkan dari konsep pengembangan jangka panjang. Pemerintah ingin memastikan seluruh operasional maskapai tetap terintegrasi dalam satu ekosistem yang lebih efisien.
Konsolidasi tersebut juga bertujuan menghindari potensi tumpang tindih rute atau kanibalisasi pasar di penerbangan domestik. Dengan satu holding, koordinasi penjadwalan, alokasi armada, hingga strategi rute diharapkan menjadi lebih terarah.
Pengamat industri menilai penggabungan Pelita Air dan Garuda Indonesia dapat memperluas jaringan penerbangan domestik secara terkoordinasi. Sinergi rute feeder dan hub juga diperkirakan meningkatkan tingkat keterisian penumpang (load factor) sekaligus menekan biaya operasional.
Citilink akan tetap beroperasi sebagai maskapai berbiaya hemat (low-cost carrier), sementara Garuda Indonesia berperan sebagai maskapai layanan penuh (full service carrier). Posisi Pelita Air dalam struktur baru ini diperkirakan akan diselaraskan dengan kebutuhan jaringan domestik dan regional.
Bagian dari restrukturisasi lebih besar
Langkah ini menjadi bagian dari penataan ulang sektor aviasi nasional di bawah koordinasi Danantara sebagai pemegang saham utama. Pemerintah juga berupaya menjaga keberlanjutan bisnis Garuda Indonesia pascarestrukturisasi keuangan dalam beberapa tahun terakhir.
Meski keputusan penggabungan telah ditetapkan, rincian teknis seperti struktur organisasi, skema pengalihan saham, hingga pengaturan sumber daya manusia masih dalam tahap finalisasi. Pemerintah memastikan proses transisi tidak akan mengganggu layanan kepada penumpang.
Pengumuman lanjutan terkait integrasi rute, jadwal, maupun dampaknya terhadap harga tiket diperkirakan akan disampaikan setelah proses administrasi dan korporasi mendekati tahap penyelesaian pada kuartal pertama 2026.
